Fokus menjadi penulis
Perjalanan karir menulisku terus terasah dan makin terampil dengan lahirnya beberapa buku berikutnya: Jangan Jadi Seleb (2002) dan Jangan Nodai Cinta (2003).
Tetap bertahan di Bogor
Aku lanjutkan hidup sampai kemudian paman yang mengetahui aku luntang-lantung dan runtang-runtung di Bogor, menyuruhku tinggal di Bandung bersamanya sambil nyari kerjaan di sana.
Memilih tidak jadi analis kimia
Ternyata, Aku Jadi Penulis (episode 2) Ketika kelas 4 di Sekolah Menengah Analis Kimia di Bogor itu, tahun 1992, aku memang masih menulis, tapi karena banyaknya kesibukan urusan sekolah, keterampilan menulisku sempat terhambat dan nggak diasah. Soalnya…
Berubah cita-cita
Ketika aku duduk di kelas 4 SD, keinginanku untuk membaca tambah kuat, apalagi ada perpustakaan di sekolah. Meski koleksinya nggak banyak, tapi aku suka bacanya.
Melawan Liberalisme (bisa) dengan Sastra
Dalam novel KEMI: Cinta Kebebasan yang Tersesat, saya seperti menemukan bagian kisah saya. Mirip sih tidak. Serupapun tidak jua. Tapi saya merasakan ‘muatan’ kisah yang mengingatkan masa-masa kegandrungan saya belajar Islam.
Mengapa banyak orang merasa berat dalam menulis?
Banyak orang merasa berat untuk memulai menulis. Tak sedikit dari mereka pada akhirnya memilih tidak menulis sama sekali. Sebagian kecil memilih meneruskan menulis meski ‘babak belur’ berjibaku melawan hambatan-hambatan menulis. Itu pun ada yang sukses…
Sedang ingin menulis
Numpuk dan berjubel-jubel puluhan bahkan ratusan informasi di dalam kepala. Otak kita, dengan segala kelebihan yang telah diberikan Allah Swt., mampu menampung memori apa saja. Rekam jejak yang pernah kita lakukan ada. Kapan saja kita butuh, otak akan…
Tragedi Ramadhan Fair
Jam dinding di kamar Ogi udah menunjukkan pukul 7 pagi. Sinar matahari pagi nekat menyusup ke kamar Ogi lewat kisi-kisi jendela. Ogi masih rebahan di ranjangnya. Tumpukan kertas di meja belajarnya hasil rapat kemarin belum diketik ulang di komputer.