Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Tips Menulis

Tulisan Ilmiah Populer, Kayak Gimana Sih?

By osolihin
Sabtu, 19 November 2011 5 Min Read
4
Post Views: 1,783

Kalo kamu udah bisa membedakan dan membuat tulisan ilmiah dan populer, maka sekarang kamu belajar membuat tulisan ilmiah populer. Ini memang gabungan dua jenis tulisan yang bisa menjadi jembatan untuk memahamkan istilah-istilah ilmiah dengan gaya bahasa yang populer. Jadi, jika tulisan ilmiah hanya cocok untuk kalangan akademisi, dan tulisan populer untuk kalangan manapun, maka tulisan bergaya ilmiah populer cocok bagi kedua kalangan tersebut.

Itu sebabnya, membuat tulisan ilmiah yang disampaikan dengan gaya bahasa yang populer, memerlukan keterampilan khusus yang bisa kita pelajari. Selain menjadi jembatan bagi mereka yang awam untuk memahami masalah ilmiah, juga tulisan bergaya ilmiah populer membuat pembaca menikmati citarasa tersendiri dari sebuah bacaan. Bayangkan, betapa senangnya bisa mengetahui seluk-beluk senjata nuklir, cara kerja senjata biologi dalam membunuh manusia dengan bahasa yang mudah dicerna. Menyenangkan sekali bukan?

Sobat muda, untuk melihat contoh tulisan seperti ini, silakan baca majalah ilmiah populer atau rubrik iptek di koran dan majalah umum. Sebab, di dalamnya banyak dibahas teknologi yang ada sangkut pautnya dengan kehidupan manusia. Dengan kata lain, disampaikan sebuah pembahasan tentang teknologi terapan. Itu akan mudah dipahami oleh hampir semua orang.

Meski demikian, saya akan ngasih tip khusus buat kamu untuk membuat tulisan iptek populer. Urusan data dan kerangka tulisan adalah mutlak diperlukan dalam setiap tulisan apapun, termasuk menulis iptek (ilmiah) populer ini. Nah, supaya berbau populer tema yang kamu bahas juga yang sifatnya dubutuhkan oleh siapa pun enak dibaca, tapi nggak kehilangan sifat ilmiahnya. Contohnya kalo kamu ngebahas tentang ban. Lebih spesifik lagi tentang ban mobil, ban motor, atau ban pesawat terbang. Itu berbeda jenis lho. Bisa dijelaskan masing-masing fungsi, cara penggunaan, model teknologi yang dipakai dan sejenisnya. Atau lebih khas dan rinci lagi, misalnya tentang ban yang gundul. Penyebab dan akibatnya. Menarik bukan?

Baca juga:  Manusia Saling Membutuhkan

Oke deh, dari penjelasan itu misalnya kita bisa rinci begini:

Ide umum : tentang mobil

Ide khusus : tentang ban

Topik : ban yang gundul

Tema : faktor-faktor penyebab ban gundul

Bahasan Tema : ban yang gundul bukan karena kualitas ban yang jelek atau ban itu selalu

dipakai di jalanan yang terbuat dari semen

Rincian Tema : ban yang gundul di bagian tengah, ban yang gundul di bagian pinggir,

ban yang gundul di bagian tengah tapi tidak merata (bergelombang)

Ada nggak tentang bahasan lain? Banyak sobat. Misalnya kamu mau nulis tentang saraan komunikasi. Bisa kamu ceritakan mulai dari sejarah pengiriman surat pertama kali, misalnya dikirim langsung (kurir), lalu meningkat memanfaatkan jasa burung merpati, terus telegrap, telegram, sampe akhirnya sarana komunikasi modern seperti telepon, juga ponsel (termasuk fiturnya yang oke semaxcam SMS, EMS, dan MMS), termasuk e-mail tuh. Waduh, kebanyakan dong ceritanya? He..he.. kamu bisa ringkas atuh.

Oke deh, kalo kebanyakan kamu bisa fokuskan kepada pembahasan tentang ponsel, misalnya. Boleh juga tuh. Kamu bisa nyari data-data seputar teknologi ponsel ini sejak yang pertama kali ponsel dibuat sampe sekarang. Lengkap beserta fitur-fitur menarik en bikin gemes. Oke banget kan? Nah, soal data-data dan istilah yang nggak akrab di telinga orang awam, kudu kamu jelaskan artinya. Bahasa juga kudu kamu gunakan yang sesederhana mungkin agar bisa dimengerti pembaca utama kita. Kalo remaja, ya, pake bahasa remaja. Kalo dewasa, gunakan pilihan kata yang nyetel dengan kebanyakan pembaca. Insya Allah oke deh.

Baca juga:  Nulis Feature Itu Kudu Kreatif

Mau nulis tentang teknologi senjata, termasuk senjata pemusnah massal juga boleh. Silakan aja. Nggak ada yang ngelarang kok. Sah dan nggak usah bingung. Untuk membahasnya, kamu kudu bisa meramu fakta, data, dan istilah-istilah ilmiah yang dirangkai dengan kalimat-kalimat populer yang enak dibaca. Misalnya, kamu pengen nulis tentang senjata biologis seperti biobom. Nah, seperti halnya ketika menulis tentang ban, kamu bisa urutkan dulu dalam sebuah kerangka karangan, apa yang akan kamu bahas tentang biobom itu. Boleh deh saya kasih bocoran.

Ide umum : tentang senjata pemusnah massal

Ide khusus : tentang senjata biologis

Topik : biobom

Tema : cara kerja biobom. Kedahsyatan dan akibatnya untuk manusia

Bahasan tema : penemuan penting dalam sejarah persenjataan. Kebijakan-kebijakan

politis yang menyertainya dalam proses pengembangan senjata tersebut.

Rincian tema : perang dan teror menjadi bagian tak terpisahkan dari penggunaan senjata

biologis ini. Di sini, kita bisa mengeksplorasi data dan fakta dengan

sebanyak-banyaknya.

Lalu tulis deh dengan gaya bahasa yang enak dibaca. Sebagai contoh untuk tulisan ini, bolehlah dibaca sebuah artikel berjudul: Biobom; The Poor Man’s Atom Bomb. Artikel itu bisa kamu dapatkan di islamic digest, Insani edisi November 2002.

Jangan lupa, judulnya kudu menarik euy. Sebab, seperti yang udah secara khusus saya tulis, judul ibarat sebuah ‘wajah’ tulisan. Kalo menarik dan memikat, membuat orang penasaran untuk membacanya. Judul yang memble, meski tulisan isinya oke punya, biasanya gagal memancing rasa penasaran pembaca untuk melihat isi tulisan kita. Jadi, hati-hati dengan judul ya. Tapi yang pasti, patokannya jangan ngikutin judul dalam karya ilmiah. Walaupun ada embel-embel ilmiahnya, tulisan iptek populer tetap harus mengacu kepada ‘kaidah’ penulisan untuk konsumsi semua kalangan. Simpel, enak, dan tentunya menarik untuk dibaca.

Baca juga:  Tetaplah Berbuat Baik

Sobat muda, ini sekadar mengingatkan aja, bahwa untuk mendapatkan tuilisan iptek populer yang oke punya, harus getol mengumpulkan data. Bagusnya, memang nggak mesti hanya bidang yang kamu kuasai banget, boleh juga bidang iptek lainnya. Tentunya supaya nambah dong wawasan kita tenang iptek ini. Untuk mengumpulkan data or bahan, sekarang asyik juga lho. manfaatkan saja internet. Wow, itu udah bikin kita kaya dengan data. Jenis pembahasan apapun, insya Allah bisa kita dapatkan dengan jumlah yang lumayan banyak.

Meski demikian, kalo kamu kebetulan nemuin data menarik di koran, tabloid, dan majalah, sikat juga dong. Caranya, gunting artikel yang berkaitan dengan itu, tulis tanggal dan nama medianya. Tempelkan di kertas folio. Simpan di rak buku. Memang kegiatan ini agak kurang menyenangkan. Tapi, bisa dicoba deh, utamanya bagi kamu yang belum memiliki sarana dokumentasi untuk menyimpan file digital. Saya juga sering melakukan itu waktu belum punya komputer. Saya koleksi hampir semua jenis tulisan tentang iptek populer. Selain menarik untuk dibaca, saya simpan sebagai bahan bakar untuk menulis dalam kesempatan lain. Sebuah data, bagi penulis adalah salah satu energi yang akan menggerakkan kekuatan dan semangat untuk menulis. Tanpa data, penulis bukanlah apa-apa. Iya dong, apa yang mau ditulis kalo nggak punya data sedikit pun.

Oke deh, sekarang langsung saja kamu siapkan tenaga dan pikiran untuk segera menulis. Bahan-bahan udah siap, sekarang, Go! Menulis Go!

Salam,

O. Solihin


Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags:

ilmiahmenulispopuler
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

Takut…

Next

Mengukur Kasih Ibu…

4 Comments
  1. imam nugroho berkata:
    Senin, 23 Juli 2012 pukul 12:50

    trim bro tips e cma akan lbh menarik jk ada sedikit contoh yg bisa ditampilkan, suwun

    Reply
    1. osolihin berkata:
      Jumat, 21 September 2012 pukul 10:52

      Ok Mas. Terima kasih. Iya, mungkin lain kali bisa dicontohkan. terima kasih masukannya. 🙂

      Reply
  2. hamkani berkata:
    Sabtu, 22 Desember 2012 pukul 06:29

    Mantap infonya Mas. Makasih

    Reply
    1. osolihin berkata:
      Minggu, 23 Desember 2012 pukul 06:33

      Sama2. Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.

      Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,051 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,016 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,962 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,522 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,191 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme

Memuat Komentar...