Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Percikan

Hati-hati dengan Sum’ah

By osolihin
Kamis, 9 Mei 2013 2 Min Read
0
Post Views: 2,010

Apa arti sum’ah? Kamu udah tahu? Yup, sum’ah itu adalah sikap atau sifat senang dan gemar memperdengarkan amal perbuatan yang telah ia lakukan kepada orang lain dengan harapan agar orang lain menyanjung dan memujinya. Sum’ah ini sebenarnya bagian dari penyakit riya’, ‘ujub, dan takabur. Tapi dengan fokus penjelasan yang sedikit berbeda.

Sobat, sikap sum’ah ini memang nggak kerasa banget ya menyusup dalam hati dan pikiran kita. Kalo kita kebetulan pernah menolong orang, lalu orang bercerita tentang kebaikan kita, kita senang banget mendengarnya dan bahkan dengan sengaja kita berusaha mengungkit-ungkit masa lalu tersebut dan memancing-mancing agar orang yang tahu masalahnya untuk bercerita kepada orang lain di hadapan kita dengan harapan kita akan merasa bangga mendengar hal itu. Waduh, kalo sampe kayak gitu, berarti kita udah kena tuh penyakit sum’ah ini. Waspadalah!

Contoh lainnya adalah ketika kamu pandai membaca al-Quran dengan tajwid yang benar dan suara yang merdu. Nah, karena ingin agar orang-orang di sekitar kamu mendengar bacaan kamu itu, lalu kamu keraskan suaramu sambil berharap orang-orang yang ngedengerin tersebut berdecak kagum dan memuji amalan kamu itu. Ini sifat sum’ah sobat, nggak baik kamu melakukannya. Memang sih ada manfaatnya yakni kamu bisa dikenal dan dipuji oleh orang lain karena kelebihan yang kamu miliki. Tapi, manfaat itu jadi nggak ada artinya karena keikhlasanmu ternoda sifat itu, dan tentu aja Allah Swt. nggak suka kita berbuat demikian. Bahkan konsekuensinya, amalan kita terancam sia-sia karena berbuat bukan atas keikhlasan karena Allah Swt. Sayang sekali bukan?

Baca juga:  Gagal itu biasa

Kalo faktanya memang kamu bisa seperti itu. Nggak usah mikir akan dipuji orang lain. Lurus-lurus saja, toh kalo pun memang mereka memujimu, anggap saja bagian dari “efek samping” perbuatan baikmu itu. So, jagalah hati dan pikiranmu agar keikhlasanmu tak ternoda sikap sum’ah ini.

BTW, sedikit melenceng dari pembahasan tapi masih ada hubungannya yakni ketika kamu merasa bangga dengan dosa-dosa yang telah kamu perbuat. Kalo sikap sum’ah itu kan senang mendengar atau memperdengarkan amalan baik yang pernah kita lakukan. Nah, lebih parah kalo ada orang yang merasa bangga ketika perbuatan maksiatnya disebut-sebut orang dan dia berusaha untuk memberikan imej bahwa dirinya memang pernah berbuat dosa dan merasa bangga dengan dosa-dosa tersebut. Bangga ketika ada orang yang menyebut dirinya pezina, sering nenggak minuman keras, aktif sebagai pengunan narkoba dan jenis maksiat lainnya. Bukan hanya itu, ia merasa harus memancing-mancing perkataan kawan-kawannya agar membicarakan dosa yangtelah diperbuatnya agar orang lain tahu. Waduh, itu sih sama dengan membuka aib sendiri. Harusnya dia menyesal dan bertobat bukan malah bangga dengan dosa. Udah gitu, masih jadi pelaku aktif lagi. Ih, naudzubillahi mindzalik.

Oke deh, hati-hati ya dengan sum’ah ini. Sebab, bisa merusakan keikhlasan kita dalam beramal shalih.

Salam,
O. Solihin
Ingin berbincang dengan saya? Silakan via Twitter di @osolihin

Baca juga:  Kuatkan Tauhid

*Gambar dari sini


Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags:

amalibadahikhlasniatpercikansum'ah
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

Jangan Jadi Pendendam

Next

Jangan Tergesa Ungkapkan Cinta

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,051 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,016 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,962 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,522 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,191 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme