Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Tips Menulis

Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama?

By osolihin
Sabtu, 21 Januari 2012 3 Min Read
3
Post Views: 3,068

Saya hampir selalu ditanya oleh murid-murid saya di kelas menulis kreatif  di beberapa lembaga (atau peserta kursus menulis online), dengan pertanyaan yang sama, “Saya bingung menulis kalimat pertama dalam tulisan, gimana caranya Pak?”

Meski tidak selalu menjawab dengan lafadz yang sama, tetapi inti dari solusi saya adalah sama: “Menulis kata pertama atau kalimat pertama boleh sembarang. Sesuka kita, selama masih nyambung dengan judul dan tentu saja isi tulisannya. Bebas saja tuliskan. Mau dimulai dari sapaan silakan, boleh dimulai dari kutipan seseorang atau kata permintaan dan kata tanya, tak dilarang juga jika dimulai dengan kalimat pertama dalam tulisan dengan cerita yang pernah kita alami. Bebas. Sebagaimana halnya ketika kita mau keluar rumah. Mau lewat pintu depan, mau via pintu samping atau pintu belakang, boleh juga melalui jendela kamar jika mau. Semuanya boleh. Silakan. Tak ada yang melarang. Intinya adalah keluar rumah. Begitu pun dengan menulis. Mulai dari kalimat pertama dari jalur mana saja, intinya adalah menulis “

Pernah saya diketawain seorang murid saya sambil guyon, “dasar penulis bisa saja ngasih ilustrasi” Saya hanya tersenyum. Hmm… sebab memang menulis kata pertama sebenarnya tak ada aturan baku. Maka saya mengilustrasikan sebagaimana orang mau keluar rumah. Umumnya kan bebas. Wong dari rumahnya sendiri. Tanpa beban. Begitulah menulis, tulis dengan kalimat pertama apa pun selama itu nyambung. Tak perlu terbebani dengan perasaan khawatir salah atau kurang bagus. Ringan saja, sebagaimana mau keluar rumah. Hehehe…

Baca juga:  Berubah cita-cita

Ya, menulis kata pertama dalam sebuah tulisan seringkali menjadi beban bagi para penulis pemula. Saya juga dahulu mengalami hal serupa. Macet di awal tulisan. Sibuk memikirkan kata pertama yang bagus dan enak dibaca. Pikiran kita hanya berputar-putar di situ. Tetapi karena jarang membaca, jarang membaca tulisan orang lain, dan tentu saja jarang melatih menulis, maka energi yang dihasilkan untuk berpikir tampak sia-sia karena tak jua mendapatkan si “kalimat pertama itu”.

Dari ilustrasi dalam jawaban saya di atas, bisa dipetakan contohnya sebagai berikut:

  1. Mulailah dari sapaan. Bisa ditulis sebagai berikut: (Sobat muda muslim, gimana kabar kamu semua? Semoga tetap sehat, tetap sabar, tetap istiqomah dalam Islam. Jumpa lagi dengan tulisan saya di blog ini.. dst.. dst.) Insya Allah selanjutnya akan mengalir deras.
  2. Bisa dimulai dengan kutipan. Contoh: (Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : “Rasulullah saw. bersabda: “Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman: “Aku adalah penyekutu yang paling tidak membutuhkan sekutu, barang siapa yang beramal suatu amal di dalamnya ia mensekutukan kepada selainKu, maka Aku meninggalkannya dan sekutunya.” (Hadits ditakhrij oleh Muslim). Setelah kutipan salah satu hadist Qudsi ini, bisa dilanjut dengan menuliskan pembahasan yang kita ingin tulis tersebut. Insya Allah selanjutnya kita lancar. Oya, boleh juga menulis kutipan dari pernyataan teman, guru atau orang tua atau siapa saja. Misalnya: (“Kamu harus rajin belajar!” kata-kata itu masih selalu aku ingat. Pesan dari ibu yang senantiasa aku ingat.) Seterusnya, bisa dilanjut dengan kalimat lainnya yang insya Allah bisa lebih mengalir.
  3. Bisa dimulai dari pertanyaan. Misalnya: (Belum tahu cara memilih baju? Coba ikuti saran dari ahlinya.) Seterusnya bisa ditulis lebih detil setelah kata atau kalimat pertama tadi ditulis. Insya Allah akan lebih lancar lagi.
  4. Boleh dengan cerita? Silakan saja. Misalnya: (Hari ahad kemarin adalah pengalaman yang paling membahagiakan dalam hidup saya. Bagaimana tidak, hari itu saya untuk pertama kalinya belajar mengendarai sepeda motor.) Setelah itu, insya Allah bisa dilanjut dengan tulisan yang lebih panjang lagi.
Baca juga:  Buatlah Judul yang Menarik

Baik, sebenarnya itu hanyalah contoh. Dan, sekadar ‘alat’ saja untuk memulai kalimat pertama dalam menulis. Artinya, masih banyak cara lain. Tetapi setidaknya empat poin tadi bisa membantu memudahkan untuk tak lagi bingung menulis kalimat pertama. Silakan divariasikan saja sesukanya, semaunya. Tentu, selama itu masih cocok dengan judul dan isi tulisannya. Untuk kian menghasilkan variasi dalam memulai kalimat pertama, biasakan membaca, mengamati, melatih kepekaan atas suatu fakta atau peristiwa. Sebab, insya Allah biasanya kita banyak mendapat inspirasi dari sana. Silakan dicoba ya!

Salam,

O. Solihin


Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berlangganan

Tags:

kalimatmenulisTips Menuliswriting
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

Amerika Harus Dilawan!

Next

Guruku, Isomerku

3 Comments
  1. naussea berkata:
    Sabtu, 11 Agustus 2012 pukul 01:35

    wah, nemu blog yang keren-keren dan inspiratif nih
    ah bahagia itu sederhana ternyata

    salam masnya, izin keliling yah 😀

    Reply
    1. osolihin berkata:
      Jumat, 21 September 2012 pukul 10:53

      Ok Sip. Silakan keliling. Semoga bermanfaat. 🙂

      Reply
  2. reearii berkata:
    Senin, 5 September 2016 pukul 16:42

    bermanfaat sekali. terimakasihh 🙂

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,051 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,016 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,962 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,522 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,191 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme