#7 Antara Dakwah, Mendidik Anak, dan Poligami

Hal yang umum ‘dipertanyakan’ ketika ada orang yang melakukan poligami adalah: “dakwah saja belum giat, malah poligami; mendidik anak saja belum bisa benar, kok nikah lagi?” Ada sebab tentunya. Mungkin yang bersangkutan melihat fakta bahwa pelaku poligami tersebut ada yang dakwahnya kendor. Satu istri saja nggak semangat dakwah, ini malah nikah lagi. Mereka berpikir, akan menambah…

Continue reading #7 Antara Dakwah, Mendidik Anak, dan Poligami

#6 Tempat, Waktu, dan Tunggangan

Ini sekadar sharing. Bahwa ternyata ketika seseorang memiliki keunikan–berbeda dengan kebanyakan orang, memiliki jabatan atau kedudukan tertentu, termasuk menjadi pelaku poligami–pasti akan menjadi sorotan orang-orang di sekitarnya. Betul. Saya mengalami hal yang demikian, ketika sudah poligami. Begini ceritanya. Suatu hari saya masuk kantor. Seorang rekan kerja bertanya (entah serius atau bercanda, tapi mungkin sama saja…

Continue reading #6 Tempat, Waktu, dan Tunggangan

Setelah 16 Tahun dan Selamanya

Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah Ta’ala. Dialah yang menyatukan kami dalam ikatan pernikahan. Tak mudah menjalinnya, tetapi bukan perkara sulit jika kita siap menerima konsekuensinya. Sebuah keberanian yang didasari keimanan, membuat kami mengambil risiko. Menikah, bukan hanya menyatukan hati kami yang masing-masing memiliki perbedaan, namun sekaligus siap menanggung beban masalah yang kami bawa. Atas izin…

Continue reading Setelah 16 Tahun dan Selamanya

“Aku Berhak Bahagia”

Pernikahan tidak dibangun selalu dengan hal yang menyenangkan, kadang harus mempertahankannya dengan rasa kecewa dalam diri. Pernikahan, selain menyatukan dua hati yang berbeda, juga menyatukan dua keluarga yang style-nya berlainan. Itu sebabnya, ragam masalah pasti selalu ada menghiasi kehidupan rumah tangga. Baik masalah yang ditimbulkan dari suami maupun istri. Selain tentunya jika sudah punya anak,…

Continue reading “Aku Berhak Bahagia”

14 Tahun Kutempuh Jalan Ini

Melintasi waktu, melangkahi setiap jengkal jarak yang kemudian berubah jadi kenangan. Kadang indah kenangan itu, adakalanya susah. Semua sudah menjadi bagian dari kehidupan kita bersama dengan risiko yang harus kita tanggung. Saking seringnya menghadapi semua risiko, kita sudah terbiasa untuk memilih dan memilah mana yang terlebih dahulu harus diselesaikan. Tentu kita masih sering mengingat masa-masa…

Continue reading 14 Tahun Kutempuh Jalan Ini

Suami-Isteri Itu Harus Saling Menguatkan

Hidup berkeluarga membutuhkan sikap mental yang benar, baik, dan juga kuat. Tentu, karena masalah yang akan dihadapinya lebih banyak dan beragam. Itu membutuhkan perhatian dan keseriusan dalam menanganinya. Insya Allah kita akan terlatih kok. Sobat, berkeluarga itu butuh keterampilan. Karena makin lama usia pernikahan, makin banyak masalah yang dihadapi. Ibarat berlayar, kita sudah semakin jauh…

Continue reading Suami-Isteri Itu Harus Saling Menguatkan

Siapkan Diri untuk Menikah

Ada yang serius untuk menikah? Ya, serius! Sebagaimana ibadah lainnya, menikah memerlukan persiapan. Membutuhkan upaya serius untuk melakoninya. Tidak asal-asalan atau berpikiran “menggampangkan”. Tidak. Menikah itu butuh keseriusan. Sebab, nikah itu bukan hanya untuk didiskusikan atau diobrolkan sampai berbusa-busa yang sekadar wacana dan retorika belaka. Nikah adalah sebuah aksi. Sehingga, jika kita hanya terus menerus…

Continue reading Siapkan Diri untuk Menikah