Harus mulai dari mana?

Memulai, bagi kebanyakan orang memang berat. Susah. Sulit. Malas. Memulai itu adalah jenis usaha yang memerlukan kekuatan, keteguhan, kesungguhan, juga keyakinan. Itu sebabnya, amat wajar jika ketika memulai suatu pekerjaan setiap orang memiliki caranya sendiri.

Tulislah pengalamanmu!

Menuliskan pengalaman itu asik lho. Kita bisa ‘merekonstruksi’ kejadian yang pernah kita alami. Kita bisa menceritakan ulang dalam sebuah tulisan. Apalagi jika kita bisa merangkainya dengan jalinan kata dan kalimat yang enak dibaca, mudah dipahami dan memberikan pencerahan kepada pembaca.

Untuk apa sih menulis?

Saya pernah mendapatkan pertanyaan seperti judul yang saya gunakan untuk tulisan kali ini. Penanya tersebut menurut saya sudah tepat menanyakan demikian. Why? Karena seharusnya setiap melakukan sesuatu kita memiliki niat dan tujuan yang jelas. Bisa tergambar, bisa dikerjakan, dan bisa menghasilkan serta bermanfaat.

Sedang ingin menulis

Numpuk dan berjubel-jubel puluhan bahkan ratusan informasi di dalam kepala. Otak kita, dengan segala kelebihan yang telah diberikan Allah Swt., mampu menampung memori apa saja. Rekam jejak yang pernah kita lakukan ada. Kapan saja kita butuh, otak akan memunculkannya sesuai ‘pesanan’ kita. Proses index memori yang sangat fantastis.

Menulis, antara idealisme dan periuk nasi

Inilah yang membuat saya harus ikut andil dalam menyebarkan syiar Islam, setidaknya melalui kemampuan saya dalam menulis. Saya ingin menyampaikan indahnya Islam melalui tulisan yang bisa dijangkau banyak orang. Ketimbang saya harus duduk dan mengajak banyak orang untuk datang ke masjid, lalu saya menyampaikan apa yang saya ketahui.