#9 Komunikasi dan Solusi

[diary poligami] Komunikasi itu penting. Salah memahami bisa terjadi karena gagal dalam komunikasi (mengkomunikasikan pesannya). Mampu memahami, bisa berarti berhasil sebuah komunikasi. Itu artinya, komunikasi memiliki dua sisi: negatif dan positif. Setiap orang satu sama lain saling berhubungan. Komunikasi menjadi jembatan penting, agar pesan sampai dengan benar dan baik. Oya, ada perbedaan antara informasi dan…

Continue reading #9 Komunikasi dan Solusi

#8 Ketika Krucils ‘Berbagi’ Ayah

Ada empat krucils: Muhammad Mujahid Fisabilillah Leboe (8 tahun), Thariq Muhammad al-Fatih (7 tahun), Maryam Zahratul Jannah Leboe (4 tahun lebih), dan Ulfah Mumtazah (2 tahun lebih) yang hampir setiap hari ‘ngawal’ saya. Tepatnya sih, kemana pun saya pergi, selama masih sekitar pondok, maka keempat krucil itu selau ikut saya. Pertanyaan yang sering diajukan sama…

Continue reading #8 Ketika Krucils ‘Berbagi’ Ayah

#7 Antara Dakwah, Mendidik Anak, dan Poligami

Hal yang umum ‘dipertanyakan’ ketika ada orang yang melakukan poligami adalah: “dakwah saja belum giat, malah poligami; mendidik anak saja belum bisa benar, kok nikah lagi?” Ada sebab tentunya. Mungkin yang bersangkutan melihat fakta bahwa pelaku poligami tersebut ada yang dakwahnya kendor. Satu istri saja nggak semangat dakwah, ini malah nikah lagi. Mereka berpikir, akan menambah…

Continue reading #7 Antara Dakwah, Mendidik Anak, dan Poligami

#6 Tempat, Waktu, dan Tunggangan

Ini sekadar sharing. Bahwa ternyata ketika seseorang memiliki keunikan–berbeda dengan kebanyakan orang, memiliki jabatan atau kedudukan tertentu, termasuk menjadi pelaku poligami–pasti akan menjadi sorotan orang-orang di sekitarnya. Betul. Saya mengalami hal yang demikian, ketika sudah poligami. Begini ceritanya. Suatu hari saya masuk kantor. Seorang rekan kerja bertanya (entah serius atau bercanda, tapi mungkin sama saja…

Continue reading #6 Tempat, Waktu, dan Tunggangan

#5 Bersama dalam Taat

Ketika memutuskan untuk berpoligami, salah satu yang perlu juga dipertimbangkan adalah hubungan anak-anak kita dengan ‘ibu’ baru mereka dan saudara baru mereka. Tak mudah untuk mencairkan dinding es yang mungkin sudah dibangun sejak awal di hati mereka tentang persepsi mereka terhadap kehadiran orang lain. Kehadiran orang baru dalam kehidupan mereka bisa menjadi potensi konflik atau…

Continue reading #5 Bersama dalam Taat

#4 Meminimalkan Potensi Konflik

Konflik dalam kehidupan kita pasti selalu ada. Mustahil dihindari. Hadapi saja bila memang konflik hadir dalam kehidupan kita. Sebab, bukan soal kecil atau besar konflik itu, tetapi yang kita harus lakukan adalah seberapa serius kita mau mengatasi konflik, atau setidaknya meminimalkan konflik tersebut. Beragam potensi konflik dan konflik akan tetap hadir dalam berbagai aspek kehidupan kita…

Continue reading #4 Meminimalkan Potensi Konflik

#3 Sepertinya Terbagi, Padahal Berlipat Ganda

Sekadar catatan kecil saja. Meneruskan tulisan sebelumnya. Di bagian #3 ini saya ingin memperjelas bahwa sebenarnya ‘berbagi’ cinta pada edisi #2 bermakna bukan dibagi-bagi seperti dalam hitungan matematika dengan logika kita sebagai manusia. Faktanya seperti “dibagikan”, namun hakikatnya bertambah, bahkan berlipat ganda. Harta yang kita sedekahkan, secara fakta berkurang. Namun, yakinlah bahwa ada yang berlipat…

Continue reading #3 Sepertinya Terbagi, Padahal Berlipat Ganda