#7 Antara Dakwah, Mendidik Anak, dan Poligami

Hal yang umum ‘dipertanyakan’ ketika ada orang yang melakukan poligami adalah: “dakwah saja belum giat, malah poligami; mendidik anak saja belum bisa benar, kok nikah lagi?” Ada sebab tentunya. Mungkin yang bersangkutan melihat fakta bahwa pelaku poligami tersebut ada yang dakwahnya kendor. Satu istri saja nggak semangat dakwah, ini malah nikah lagi. Mereka berpikir, akan menambah…

Continue reading #7 Antara Dakwah, Mendidik Anak, dan Poligami

#6 Tempat, Waktu, dan Tunggangan

Ini sekadar sharing. Bahwa ternyata ketika seseorang memiliki keunikan–berbeda dengan kebanyakan orang, memiliki jabatan atau kedudukan tertentu, termasuk menjadi pelaku poligami–pasti akan menjadi sorotan orang-orang di sekitarnya. Betul. Saya mengalami hal yang demikian, ketika sudah poligami. Begini ceritanya. Suatu hari saya masuk kantor. Seorang rekan kerja bertanya (entah serius atau bercanda, tapi mungkin sama saja…

Continue reading #6 Tempat, Waktu, dan Tunggangan

#5 Bersama dalam Taat

Ketika memutuskan untuk berpoligami, salah satu yang perlu juga dipertimbangkan adalah hubungan anak-anak kita dengan ‘ibu’ baru mereka dan saudara baru mereka. Tak mudah untuk mencairkan dinding es yang mungkin sudah dibangun sejak awal di hati mereka tentang persepsi mereka terhadap kehadiran orang lain. Kehadiran orang baru dalam kehidupan mereka bisa menjadi potensi konflik atau…

Continue reading #5 Bersama dalam Taat

Bikin deh Buku Harian

Mungkin bisa dicoba dengan bikin buku harian. Di buku itu, kamu bisa menulis apapun tentang perasaan hatimu.