Skip to content
-
Langganan Channel WhatsApp dan dapatkan ragam tulisan. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

PercikanPodcast

Muslim, Tapi Kok Gitu?

By osolihin
Selasa, 31 Desember 2024 2 Min Read
0
Post Views: 565

Eh, pernah nggak sih kamu kepikiran soal ini? Banyak dari kita yang ngakunya muslim, tapi kok prakteknya kayak… ya gitu deh. Malah lebih sering nyasar dari syariat Islam. Dan parahnya, nggak sedikit yang cuek bebek. Padahal, ini bukan perkara sepele, lho. Efeknya bisa bahaya banget, kayak malpraktek di dunia medis yang bikin nyawa orang melayang. Nah, kalo malpraktek di syariat Islam? Wah, itu level game over—di dunia dapet masalah, di akhirat kena siksa. Serem, kan?

Bayangin aja, ada yang ngakunya muslim, tapi maunya hidup diatur bukan pake syariat Islam. Hadeeuh, itu sih sama aja malpraktek. Atau yang ngakunya ukhuwah islamiyah itu penting, tapi kok pas bantu orang cuma lingkarannya aja? Yang cewek, bilangnya muslimah sejati, tapi busana muslimah nggak ada di radar. Ada lagi, cowok ngaku-ngaku “remaja muslim keren,” tapi hobinya pacaran. Nggak sinkron, Bro en Sis! Muslim kok liberal? Muslim itu tunduk sama aturan Allah, bukan bikin aturan sendiri terus melawan.

Baca al-Quran tiap hari sih oke banget. Tapi kalo cuma jadi hiasan suara tanpa jadi panduan hidup, ya gimana dong? Doa tengah malam khusyuk banget, eh paginya malah lari ke dukun. Nah lho! Ini udah jadi realita di sekitar kita, dan mungkin… jleb!… ini juga kita tanpa sadar. Makanya, ayo evaluasi diri, jangan cuma nyalahin orang lain.

Baca juga:  Tidak Bersyukur, Jauh dari Barokah

Terus, ada juga yang suka bilang sesama muslim itu harus saling tolong-menolong. Tapi realitanya? Yang dibantu cuma temen pengajian sendiri. Hello? Bukannya syariat Islam itu universal? Ngaku-ngaku al-Quran sebagai petunjuk, tapi kok bilang demokrasi itu nggak ada cacatnya? Aduh, demokrasi itu produk manusia, pasti ada bolong-bolongnya. Syariat Islam itu dari Allah, flawless dong! Tapi kok malah ditolak?

Nah, yang lebih ngenes lagi, ada yang nama islami banget—udah kayak tokoh di sinetron religi—tapi malah nuduh muslim lain teroris. Shalat rajin, sedekah nggak absen, tapi pas ngomongin syariat Islam diterapin total malah bilang, “Wah, nggak mungkin deh.” Serius, Bro en Sis?

Belum selesai nih. Ada juga yang katanya cinta Islam, tapi lebih cinta nasionalisme dan kesukuan. Sesama muslim malah direndahin, tapi musuh Islam dipuja-puja. Bikin bingung nggak, sih? Terus, ada yang katanya hidup berpedoman al-Quran, tapi giliran ada masalah, nyarinya ke primbon. Ini sih namanya bukan cuma malpraktek, tapi udah masuk kategori merusak syariat.

Masih banyak contoh lainnya, kayak yang bilang percaya takdir Allah, tapi nggak bisa lepas dari ramalan zodiak. Atau yang ngaku benci ashobiyah, tapi bela kelompoknya mati-matian meski udah jelas salah. Ada juga yang bilang sesama mukmin itu saudara, tapi nyimpen dendam cuma gara-gara beda pandangan. Duh, mau sampai kapan kayak gini?

Baca juga:  Kesetiaan dan Kepasrahan

Jadi, ayo dong kita sadar diri. Syariat Islam itu bukan cuma teori, tapi harus jadi gaya hidup. Dan semuanya dimulai dari iman yang kuat. Yuk, perbaiki iman kita, biar nggak lagi malpraktek! Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi? Jangan sampe Islam diletakkan di tempat yang rendah, karena lebih memilih hawa nafsu. Jangan ya Dek! Jangan!

Salam,
O. Solihin


Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags:

akidahdakwahinspirasiislammenulismuslimosolihinpercikanremajasyariat
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

Tertibkan Pikiranmu!

Next

Lawan Brain Rot

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,051 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,018 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,964 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,526 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,194 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme