Skip to content
-
Langganan Channel WhatsApp dan dapatkan ragam tulisan. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Percikan

Hati-Hati! Dua Golongan Ini Bakal Paling Nyesel di Hari Kiamat

By osolihin
Jumat, 28 Februari 2025 2 Min Read
0
Post Views: 376

Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata,

إن أشد الناس صراخا يوم القيامة رجل سن سنة ضلالة، فاتبع عليها، ورجل مكفى قد استعان بنعم الله على معاصيه

“Sesungguhnya manusia yang paling keras jeritannya pada Hari Kiamat adalah seseorang yang mengajarkan kesesatan, lalu dia diikuti; dan seorang hartawan yang menggunakan nikmat Allah untuk bermaksiat kepada-Nya.” (dalam at-Tadzkirah al-Hamduniyah, jilid 8, hlm. 102)

oOo

Nah, jadi menurut Imam al-Hasan al-Bashri ada dua tipe orang yang bakal menyesal sejadi-jadinya di akhirat, bahkan sampai teriak paling kencang:

Pertama, orang yang ngajarin kesesatan, lalu diikuti banyak orang. Ini tipe yang merasa pintar dan suka ngajarin hal-hal yang sebenarnya melenceng, tapi dikemas seolah-olah keren. Misalnya, ngajak orang lain buat hidup bebas tanpa peduli aturan agama, atau bikin tren negatif yang akhirnya diikutin banyak orang. Masalahnya, setiap orang yang terpengaruh bakal nambah beban dosa si penyebar kesesatan ini. Ibarat efek domino, satu jatuh, semua ikut tumbang. Bayangkan betapa banyaknya dosa yang terus ngalir ke orang ini sampai kiamat!

Contoh nyatanya?

  • Influencer yang suka normalisasi gaya hidup bebas tanpa batasan agama.
  • Teman yang ngajak bolos sekolah atau ngajarin cara nyontek biar “gampang lulus.”
  • Orang yang menyebarkan hoaks atau fitnah, bikin orang lain jadi salah paham dan ikut-ikutan ngehujat tanpa tabayyun.
  • Ulama, tapi jahat. Menyesatkan orang lain dengan ilmunya demi kepentingan hawa nafsunya. Harusnya haram, malah dihalalkan. Begitu pula sebaliknya.
Baca juga:  Hari Buruh, Demo Buruh

Kedua, orang kaya yang pakai nikmat Allah buat maksiat. Waduh, ini tipe yang udah dikasih rezeki berlimpah, tapi malah digunain buat hal-hal yang menjauhkan diri dari Allah. Bukan berarti nggak boleh punya harta atau menikmati hidup, tapi kalau semua nikmat cuma dipakai buat pamer, foya-foya, atau maksiat, atau dibelanjakan kepada yang haram, itu tanda bahaya.

Contoh yang sering kejadian:

  • Punya mobil keren, tapi dipakai buat kebut-kebutan nggak jelas sampai merugikan orang lain.
  • Dapat banyak uang, tapi malah habis buat hal sia-sia, sementara orang lain kelaparan.
  • Gadget dan internet kencang, tapi dipakai buat scrolling hal-hal nggak bermanfaat sampai lupa waktu.
  • Harta berlimpah, tapi nggak pernah sedekah. Udah gitu ogah zakat, dan nggak ada niat ibadah haji dan umroh. Sayang banget, ya.

Jadi, apa pelajarannya?

  • Kalau punya ilmu atau pengaruh, pakai buat hal baik. Jangan sampai jadi penyebab orang lain tersesat.
  • Kalau punya rezeki, gunakan dengan bijak dan tetap sadar bahwa semua itu titipan.
  • Ingat, semua yang kita lakukan bakal dimintai pertanggungjawaban, jadi jangan sampai menyesal di akhirat nanti!

Sebab, hidup ini bukan soal siapa yang paling keren di dunia, tapi siapa yang paling selamat di akhirat.

Salam,

O. Solihin


Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Baca juga:  Pepesan Kosong

Tags:

dakwahhartawanislammenulismuslimosolihinpercikanremaja
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

Kenali, Jauhi, Selamatkan Diri

Next

Feature, Si “Santai” di Tengah Huru-Hara Berita Cepat!

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,051 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,018 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,964 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,526 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,194 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme