Alhamdulillah, sudah masuk 1 Sya’ban 1447 H. Artinya, Ramadhan sebentar lagi. Mari kita berdoa:
اللَّهُمَّ سَلَّمْنِي لِرَمَضَانَ وَسَلَّمْ لِي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلا.
Allaahumma sallimnii liramadhaana wasallim lii ramadhaana wa tasallam-hu minni mutaqabbalan.
“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.”
Doa ini mengandung permohonan yang sangat mendalam dan berlapis.
Pertama, “Allahumma sallimnī li Ramaḍān” adalah harapan agar Allah menjaga diri kita—iman, kesehatan, dan umur—hingga benar-benar dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Tidak sekadar hidup sampai waktunya, tetapi berada dalam kondisi siap dan mampu beribadah.
Kedua, “wa sallim lī Ramaḍān” bermakna permintaan agar Ramadhan hadir kepada kita dalam keadaan utuh dan penuh keberkahan, tanpa terhalang oleh musibah, kesibukan yang melalaikan, atau kondisi yang membuat kita kehilangan kesempatan meraih keutamaannya.
Ketiga, “wa tasallamhu minnī mutaqabbalan” adalah puncak dari doa ini: permohonan agar seluruh amal ibadah yang dilakukan selama Ramadhan diterima oleh Allah Ta’ala. Sebab, bertemu Ramadhan dan beribadah di dalamnya belum tentu bernilai di sisi Allah tanpa penerimaan (qabūl).
Jadi, doa ini mengajarkan adab seorang hamba: berharap umur dan kesempatan, memohon keberkahan waktu, serta menggantungkan hasil amal sepenuhnya kepada keridaan Allah Ta’ala.
Rajab sudah berlalu, Sya’ban akan kita jalani, dan semoga sampai di bulan Ramadhan.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”
Yuk, bersiap menyambut Ramadhan. [OS]