Skip to content
-
Langganan Channel WhatsApp dan dapatkan ragam tulisan. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Opini

Mengapa Amerika dan Sekutunya Belum Berhasil Melawan Islamic State?

By osolihin
Senin, 6 Oktober 2014 2 Min Read
1
Post Views: 928
030541500_1412314567-australia
Jet tempur Australia yang dikerahkan untuk bergabung dengan koalisi AS menggempur ISIS di Irak. (Reuters)

Pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat yang berjumlah lebih dari 30 negara (termasuk di dalamnya Arab Saudi, Qatar, Yordania, Uni Emirat Arab, Turki), sejak 27 September 2014 lalu menggempur IS (Islamic State–sebelumnya bernama ISIS). Sebelumnya, sejak Agustus Amerika juga mulai menyerang IS/ISIS. Namun, hampir 2 pekan lamanya tak kunjung menuai hasil sempurna. Obama sendiri mengakui bahwa laporan intelijennya salah prediksi dengan menganggap remeh kekuatan IS. Dalam perang yang diakui Obama sebagai perang yang tak diketahui kapan akan berakhir, Amerika Serikat sendiri sudah menghabiskan biaya perang sedikitnya Rp 121 miliar per hari untuk ‘ransum’ mesin perangnya.

Tak hanya AS yang merasa belum memberangus IS/ISIS. Militer Inggris pun belum membuahkan hasil dalam operasi militernya di Irak, meski dengan pesawat jet canggih, yakni pesawat jet tempur Tornado.

Michael Fallon, Menteri Pertahanan Inggris, memperingatkan bahwa misi militer Inggris (RAF) dengan sandi Operation Shader, bisa berlangsung bertahun-tahun. “Ini bukan kampanye akhir pekan. Kami akan lihat bagaimana kelanjutannya, tapi pada akhirnya (ISIS) harus dikalahkan di Suriah,” sesumbarnya melalui BBC.

Amat nyata, pasukan koalisi itu kekuatannya lebih rapuh dari sarang laba-laba. Semoga para mujahidin di Irak dan Suriah bisa memenangkan pertempuran itu dan menjadikan Irak dan Suriah sebagai kuburan massal pasukan Amerika Serikat dan para begundalnya.

Baca juga:  Jangan Ragu, Cobalah Hal Baru

Jadi ingat kata-kata John Rambo di film Rambo–yang mungkin bisa dijadikan bahan sindiran kepada Amerika Serikat dan sekutunya oleh para mujahidin, “Jangan memaksaku, atau aku akan memberikan perang yang tak akan kau percaya.”

Semoga para mujahidin di Suriah dan Irak masih mengingat kisah Khalid bin Walid dalam penaklukan Persia, “Aku akan mengirimkan pasukan yang mencintai kematian, sebagaimana pasukanmu sangat mencintai kehidupan.”

Semoga 20 ribu pasukan Islamic State mampu memporak-porandakan pasukan koalisi–lebih dari 30 negara–pimpinan Amerika Serikat yang mungkin saja mereka tak tahu untuk apa mereka berperang.

Salam,
O. Solihin

*gambar dari sini


Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags:

amerikaISISISislamic statekhilafahosolihinperang
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

ISIS, IS, dan Media Massa

Next

Pejabat Nakal

One Comment
  1. jimiroy27 berkata:
    Selasa, 14 Oktober 2014 pukul 17:24

    Dalam perang, kemenangan akan ditentukan nafsunya sendiri, jika nafsunya bersandar pada AlHaq (Allah), maka lambat atau cepat pasti akan dimenagkan Allah, akan tetapi jika AlHaqnya menjadi musuhnya maka akan hancur, baik cepat atau lambat akan terjadi, semuanya yang tahu masing-masing kelompok atas dasar apa mereka berperang, yang mereka masing-masing mempunyai kepentingan, kita tak mengetahui hati mereka masing-masing, persoalannya adalah ketika Allah mengingatkan, yang kau tak senangi belum tentu baik bagimu, ternyata baik BagiKu, dan yang engkau anggap baik bagimu, ternyata buruk BagiKu ( AlBaqoroh, ayat diperintah perang)

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,051 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,019 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,967 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,528 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,195 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme
Memuat Komentar...