Skip to content
-
Langganan Channel WhatsApp dan dapatkan ragam tulisan. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Opini

Pejabat Nakal

By osolihin
Kamis, 9 Oktober 2014 2 Min Read
0
Post Views: 669

1607040PimpinanDPR041412237533-preview780x390Jujur saja, rasa-rasanya kita pantas khawatir jika orang tua di pemerintahan udah nakal banget. Meski tentu kenakalan ortu di rumah dan kenakalan ortu di masyarakat juga tetap berbahaya. Tapi, kalo yang nakal adalah ortu di pemerintahan, dampaknya bisa lebih luas. Bahayanya bisa lebih besar. Sebab, gimana jadinya kalo pemerintah yang seharusnya menjadi pelindung paling kuat bagi rakyatnya justru malah mencontohkan kenakalan, efeknya jadi global tuh. Oya, apa aja sih kenakalan orang tua di pemerintahan?

Melanggengkan kemaksiatan. Benar, kalo kenakalan ortu di masyarakat cuma menyediakan sarana kemaksiatan, maka negara (dalam hal ini pemerintah) malah melanggengkan kemaksiatan. Yup, melanggengkan kemaksiatan. Karena apa? Karena udah ngasih banyak izin untuk usaha-usaha pelacuran, diskotik, pabrik minuman keras, dan jenis kemaksiatan lainnya. Termasuk menutup mata terhadap problem-problem yang diakibatkan usaha pelacuran, diskotik, peredaran minuman keras dan narkoba, perjudian, dan sejenisnya. Ini adalah bentuk kenakalan ortu di pemerintahan yang sangat membahayakan.

Dengan kekuatannya sebagai pengelola negara, seharusnya para orang tua yang jadi pejabat bisa memberikan teladan yang benar dan baik. Tapi, nyatanya yang menonjol adalah prestasi ancurnya. Jangan salahkan rakyat (termasuk di dalamnya remaja) seratus persen kalo akhirnya mereka jadi amburadul dalam hidupnya akibat kenakalan yang dilakukan para ortu di pemerintahan. Rakyat cuma korban kenakalan yang dilakuan pemerintah yang rata-rata udah pada berumur itu (kalo dilihat dari usia, lho) Iya kan? So, jangan cuma nyalahin remaja dengan melabeli “kenakalan” ketika ada remaja yang nyandu judi, nyandu miras dan hobi mengkonsumsi narkoba, atau jadi pelacur dan sejenisnya. Karena mereka lebih banyak sebagai korban akibat kenakalan yang dilakukan oleh para orang tua di pemerintahan. Tul nggak sih?

Baca juga:  Jangan Jadi Musyrik!

Salam,

O. Solihin

*gambar dari sini


Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags:

nakalpejabatpemerintahan
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

Mengapa Amerika dan Sekutunya Belum Berhasil Melawan Islamic State?

Next

Mengapa Harus Galau?

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,051 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,019 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,967 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,528 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,195 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme
Memuat Komentar...