Skip to content
-
Langganan Channel WhatsApp dan dapatkan ragam tulisan. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Percikan

Jangan Ada Dengki di Hati

By osolihin
Selasa, 11 Juni 2013 3 Min Read
0
Post Views: 691

ilustrasi sifat dengkiDengki adalah sifat atau sikap tak senang dan tak suka ketika melihat orang lain mendapatkan kenikmatan, kebaikan, dan berupaya melakukan kejahatan kepadanya agar kenikmatan, kebaikan, dan kebahagiaan itu berpindah kepada dirinya. Dalam level tertentu, dengki itu mencermin orang yang merasa resah dengan keberhasilan orang lain dan berupaya sekuat tenaga untuk merusaknya.

Mengapa orang bisa memiliki sifat seperti ini? Biasanya karena pola pikir dan cara pandang dirinya yang menganggap setiap orang adalah pesaing bagi dirinya dan dirinya harus menang dari siapa pun meskipun cara yang ditempuh untuk persaingan itu dilakukan dengan curang dan membahayakan.

Oya, sifat dengki ini adalah salah satu sifat yang bisa ngerusak keikhlasan kita. Contohnya, jika kita melihat teman kita berhasil mendapatkan prestasi di sekolah atau pekerjaan tapi kemudian kita merasa panas dingin akibat ketidaksukaan dengan keberhasilan teman kita itu, itu namanya dengki. Kita tak ikhlas menerima kekalahan dari teman kita yang berhasil merebut posisi puncak dalam pencapaian prestasi akademik di sekolah atau prestasi dalam karir. Jika kita ikhlas, dan merasa bahwa kita memang belum maksimal usahanya, ya kita seharusnya interospeksi diri. Jangan malah merasa susah dengan keberhasilan orang lain.

Perlu kita ketahui bahwa dengki ini merugikan pelakunya. Sifat dengki bisa membakar amal baik (kebaikan) kita seperti api membakar kayu. Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): “Jauhkanlah (oleh kamu) dengki (hasad) karena ia akan memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR Abu Daud)

Baca juga:  Secuil Surat untuk Aktivis Dakwah

Merugilah kita. Kebaikan yang kita lakukan, keikhlasan yang kita amalkan akan berakhir dengan kelenyapan karena adanya sifat dengki ini. Sia-sia amalan kita. Maka, wajar dan pantas jika sifat dengki atau hasad ini bisa merusak keikhlasan kita.

Padahal, jika kita menempatkan ikhlas dengan benar, insya Allah tak akan ada rasa dengki (hasad). Tak perlu merasa bahwa kita harus bersaing dengan teman kita dalam persaingan yang buruk caranya. Jika mau bersaing, secara sehat saja. Memang kita boleh saja berkompetisi dengan teman kita. Tapi kita juga harus fair. Jika memang kita kalah ya kita akui kemenangan teman kita dan kita sambut gembira. Valentino Rossi saja bisa bergembira bareng di atas podium kemenangan bareng Dani Pedrosa atau Casey Stoner yang menjadi pesaingnya di ajang balap Moto GP. Meskipun kadang di antara mereka bertiga saling berganti menempati posisi puncak di beberapa ajang Moto GP tersebut. Namun jika contohnya mereka, sebenarnya kita juga tidak tahu di dalam hatinya apakah terbakar api dendam dan cemburu plus dengki, tetapi jika dilihat penampakan luarnya, sepertinya sportif.

Bagi kita sebagai muslim, sifat dengki alias hasad ini harus dijauhkan dari kamus kehidupan kita. Apa sih ruginya bagi kita jika orang lain mendapatkan kebahagiaan? Apalagi kita memang belum mampu meraih atau mendapatkannya. Minimal diam saja sudah cukup. Tak perlu panas dan berusaha merebut kebahagiaan yang dimiliki teman kita itu. Hanya akan menghasilkan capek pikiran dan capek perasaan. Sebagaimana umumnya orang yang memiliki sifat hasad mereka tak bisa tenang dalam hidupnya. Selalu dibayangi kebencian atas kesuksesan orang lain, sementara dirinya tak mau berusaha untuk bisa meraih kesuksesan dengan jalan yang halal, malah berusaha merebut kesuksesan yang dimiliki oleh orang lain. Kasihan memang, orang lain yang merasa senang, dia malah merasa susah dengan kesenangan orang lain.

Baca juga:  Hadapi dengan Sabar

Jika kita memang mau bersaing, ayolah bersaing secara sehat. Tunjukkin bahwa kita mampu, fokus pada tujuan kita, dan lakukan dengan cara yang benar sesuai tuntunan ajaran agama kita. Tak perlu merasa harus menjatuhkan kawan kita dalam persaingan tersebut. Tidak perlu merasa sakit hati dan berusaha mencederai kawan kita jika kebetulan dia yang berada di atas podium kemenangan. Akui saja kekalahan kita dan berusaha untuk bangkit agar di kemudian hari bisa lebih baik lagi prestasi kita. Lebih fair, lebih hebat karena kita bisa mengalahkan hawa nafsu kita. Di situ pun bakal teruji, bahwa kita insya Allah adalah orang yang ikhlas menerima kondisi apapun. Meskipun kondisi yang kita terima itu menyakitkan diri kita. Jangan nodai ikhlas kita dengan sifat dengki atau hasad yang kita semai. Bagaimana?

Salam,
O. Solihin
Ingin berkomunikasi dengan saya? Silakan via Twitter di @osolihin

*Gambar dari sini


Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags:

dengkihasadikhlasislammosolihinpercikansyariat
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

Berbeda Tapi Tetap Bersatu

Next

Mengapa Kaum Muslimin Tak Berdaya?

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,051 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,018 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,964 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,526 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,194 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme
Memuat Komentar...