Skip to content
-
Langganan Channel WhatsApp dan dapatkan ragam tulisan. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Puisiku

memori terindah di jalan dakwah

By osolihin
Selasa, 15 Juli 2014 2 Min Read
0
Views: 685

beginilah-prinsip-seorang-dai

kita pernah bersama
arungi luasnya lautan perjuangan
dalam bingkai indahnya dakwah
dan kita akan tetap bersama
selamanya

kerikil-kerikil tajam pernah lukai kaki kita
rasakan pedih bersama
berbagi duka, saling menguatkan
aku yakin, kita memang pernah menjalaninya
bahkan dengan teramat tenang dan bahagia

masih ingatkah, saat kita tertawa dan menangis
diguyur haru
dijejali bahagia
kita pernah berikrar: terlanjur cinta terhadap dakwah
tak ada yang bisa memisahkan ikatannya
itu pernah kita tancapkan dalam-dalam di benak kita
semoga masih ingat, kawan

memori indah jalan dakwah
masa remaja yang telah lama
tetap membekas
dan berharap kita masih tetap bersama
juga dilanjut generasi kita
yang lebih kuat, lebih hebat

anggap saja celoteh ini sebagai bingkai kenangan kita
merajut kembali asa kita yang dihalang waktu dan jarak
mungkin saja uban sudah tumbuh satu dua di kepala kita
tapi itu bukan pertanda kekalahan
kita akan tetap melawan
arungi samudera dakwah
selamanya, sebisanya
seperti apa yang pernah kita ikrarkan bersama

tapi aku tak tahu sebatas apa kita mampu bertahan
agar tak terjerembab di altar kematian idealisme kita
mungkin kau punya cara agar kita tetap kuasa
berjuang terus di jalan dakwah
hingga lanjut usia
itu memang cita-cita kita, bukan?
semoga kau masih ingat
aku berusaha terus mengingat
dan tak pernah melupakan
serta terus kubuktikan
akan tetap kujalankan
semoga kita masih tetap bersama
di jalan dakwah
meski jarak dan waktu memisahkan
karena itu bukan alasan
untuk tinggalkan jalan dakwah

aku tahu, kini kita sudah berbeda
dalam usia, dalam hidup, dalam merajut asa
tapi aku berharap kita tetap berdakwah
karena itu jalan terindah
merintis jalan ke surga
semoga kita bertemu di sana

Salam,
O. Solihin
*dalam dinginnya udara malam (29/06/2010), setelah bogor diguyur hujan sejak sore. yang mendadak ingat memori masa sma 🙂

**gambar dari sini


Baca juga:  Ustaz "Sumbu Pendek"

Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags:

dakwahpuisipuisikuremaja
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

“Ini Capresku, Mana Capresmu?”

Next

ketika engkau bertanya

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,056 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,033 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,970 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,536 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,201 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme
Memuat Komentar...