Skip to content
-
Langganan Channel WhatsApp dan dapatkan ragam tulisan. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Puisiku

ketika engkau bertanya

By osolihin
Rabu, 16 Juli 2014 2 Min Read
0
Post Views: 1,013

5212505309_21e2f5cf35

sahabatku, engkau pernah bertanya padaku
: untuk apa jalani hidup?
aku jawab: aku menikmatinya
engkau tak pernah bosan bertanya
: kenikmatan untuk apa?
aku mulai bosan menjawab
: nikmati saja, dunia terlalu indah untuk dilewatkan

suatu hari engkau datang lagi padaku dan bertanya
: masih nikmatkah hidupmu?
aku memicingkan mata
: tidakkah kau lihat bahwa aku belimpah kesenangan?
sahabatku memburuku
: pantaskah dirimu bersenang-senang sendiri?
aku mulai bosan menjawab
: sudahlah, hidup jangan dibuat susah

hari ini engkau mengunjungiku dan lontarkan kata
: dunia sudah tua, penuh tipu daya pula
aku sinis memandangnya
: jangan cemburu, nikmati saja jika kau mampu
sahabatku mengejarku
: bagaimana jika kau mati saat ini?
aku mulai bosan menjawab
: jangan pikirkan kematian, nikmati hidup!

engkau terus datang sesukamu
tiap hari, tujuh hari dalam seminggu
bahkan kapan saja saat engkau bertemu denganku
engkau tak pernah bosan
aku yang mulai bosan
juga kesal

ooOoo

lama tak bertemu denganmu
tiba-tiba aku merasa kehilanganmu
jujur, pedulimu kepadaku adalah irama
tanyamu kepadaku adalah nada
meski tak kusuka iramanya
tak kuharap nadanya
itu irama lain dari luar hatiku
itu nada lain dari jarak yang jauh dari pikirku

tapi diam-diam irama dan nada itu merayap di hatiku
memenuhi semua rasa dan pikirku
menguasai benakku dan kendalikan diriku
dalam hening aku tafakur
lama menyerap pesan dan tanyamu
aku lirih bergumam
: kamu benar, sahabatku

engkau pernah katakan
: suatu saat pasti kau berubah, aku yakin pasti
aku tersenyum kala mengingat katamu
: benar, kini aku bisa sepertimu
terima kasih sahabatku
kadang memang perlu waktu untuk berubah
kadang pula perlu gejolak untuk meyakinkan

Bogor, Kamar Kos, Agustus 1990

*gambar dari sini


Baca juga:  Pemimpin Kekanak-kanakan dan Bodoh

Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags:

dakwahislampuisikuremaja
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

memori terindah di jalan dakwah

Next

“Aku Berhak Bahagia”

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,051 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,018 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,964 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,526 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,194 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme
Memuat Komentar...