memori terindah di jalan dakwah
kita pernah bersama arungi luasnya lautan perjuangan dalam bingkai indahnya dakwah dan kita akan tetap bersama selamanya kerikil-kerikil tajam pernah lukai kaki kita rasakan pedih bersama berbagi duka, saling menguatkan aku yakin, kita memang pernah…
Misteri Puisi Cinta Itu…
Begitu dibuka dan dibaca isinya, mimik muka Helmi berubah pias. Ogi dan kawan-kawan saling berpandangan seolah ingin tahu reaksi Helmi berikutnya.