Skip to content
-
Langganan Channel WhatsApp dan dapatkan ragam tulisan. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Percikan

“Liberalisme”, Kultwit saya pagi ini di Twitter

By osolihin
Rabu, 22 Februari 2012 4 Min Read
0
Post Views: 846

LIBERALISME

Liberalisme | Foto: www.republika.co.id

**Kultwit saya pagi ini di Twitter. Sengaja sy tampilkan di BLOG saya agar manfaatnya bisa dijangkau oleh kalangan yang lebih luas lagi :-)–sebelumnya sudah saya tampilkan juga di facebook.

Selamat membaca dan semoga tercerahkan.

Salam,

O. Solihin

==

1) Liberal itu artinya bebas. Jk mnjadi paham namanya liberalisme. Ingin melepaskan dari keterikatan ajaran agama. #liberalisme

2) Kepuasan dan kesenangan menurut ukuran hawa nafsunya adalah makna bagi kebahagiaan yg diburunya.#liberalisme

3) Mereka meyakini bhw kebebasan hanya akan bisa diraih ketika melepaskan ikatan ajaran agama.#liberalisme

4) Agama bagi mereka dianggap penghambat kebebasan utk mendapatkan kepuasaan dan kesenangan hawa nafsunya. #liberalisme

5) Minuman keras, meski scr fakta mengakibatkan keburukan, tp atas nama kepuasan dan kesenangan hawa nafsu, mrk legalkan. #liberalisme

6) Seks bebas (perzinaan), meski scr fakta mengakibatkan kehancuran nasab, tp atas nama kepuasan dan kesenangan hawa nafsu, mrk legalkan.#liberalisme

7) Peredaran narkoba kian menggila, krn para pengejar kepuasan dan kesenangan tahu bhw pasarnya memang ada.#liberalisme

8) Selingkuh dianggap lbh manusiawi ketimbang poligami. Prinsipnya: “Isi boleh keluar asalkan botol harus kembali”. #liberalisme

9) Pacaran dianjurkan dgn iming2 atas nama cinta. Nyatanya, atas nama hawa nafsu utk memenuhi dahaga hedonisme.#liberalisme

10) “Bikini adalah modern, jilbab itu kuno” sering diteriakkan utk mencemooh muslimah yg taat ajaran agama dlm berbusana. #liberalisme

11) Pelacuran ditumbuh-suburkan atas nama kebebasan dan uang. Pernikahan diolok-olok sbg lembaga pengekang kesenangan
.#liberalisme

Baca juga:  Pemuda Idaman

12) Ormas Islam pemberantas maksiat diminta interospeksi saat bnyak penolakan. Tp aliran sesat (spt Ahmadiyah) dibiarkan meski umat Islam yg menolak lbh banyak.#liberalisme

13) Atas nama liberalisme mrk menolak al-Quran, menghina Islam dan umatnya. Tp ketika dibantah mrk bilang: Islam tidak toleran. Logika jongkok.#liberalisme

14) Atas nama liberalisme mrk puas dgn kebebasan berpendapat. Tp ketika didebat dgn pendapat lain–terutama pdnpat Islam, malah tdk terima. Aneh.#liberalisme

15) Atas nama liberalisme mrk mengkampanyekan “lesbian-gay-biseksual-transgender”. Mrk yang menolak LGBT–apalagi dr umat Islam–dituduh intoleran.#liberalisme

16) Ada upaya dr pengemban liberalisme yg ngakunya muslim utk menjauhkan umat Islam dari agamanya dgn menyuntikkan paham
pluralisme agama. Tp apa iya mrk mau pindah agama? #liberalisme

17) Seorang muslim artinya tunduk pd ajaran agama. Sementara liberalisme inginnya bebas. Jadi sebenarnya menyalahi kaidah jk disebut Islam Liberal.#liberalisme

18) Islam ya Islam. Tanpa embel2 liberal, tanpa label moderat, tak ada cap fundamentalis atau garis keras. Pengelompokan istilah itu pasti ada tujuannya.#liberalisme

19) Mrk yg ingin bebas dr syariat Islam, memilih liberal tp masih ingin dianggap muslim. Contradictio in terminis. Seharusnya mrk sadar.#liberalisme

20) Lebih halus dr liberal, dipilih kata “moderat”. Mrk tdk percaya diri menjadi muslim, sehingga hrs memposisikan ada di tengah: tak mau terikat kuat tp tak mau bebas bablas.#liberalisme

21) Penganut liberalisme mencap muslim yg taat dng sebutan: fundamentalis. Mencap muslim yg tak mau kompromi sbg penganut Islam garis keras.#liberalisme

Baca juga:  Teman yang Buruk? Waspadalah!

22) Ya, karena berbeda antara Islam dengan Islam liberal. Sebagaimana beda antara orang dengan orang utan.#liberalisme

23) Jk mrk konsisten bahwa harus ada kebebasan berpendapat, mestinya membiarkan mereka yg melawan pendapat2nya. Nyatanya tidak mau.#liberalisme

24) Nampak jelas dan nyata: mereka yg mengusung liberalisme membolehkan kebebasan berpendapat. KECUALI yang berpendapat atas nama Islam.#liberalisme

25) Terbukti: saat ramai2 umat Islam menghujat pembuat kartun yg mengolok-olok Nabi Muhammad saw. Penganut liberalisme–yg
ngakunya muslim itu, DIAM.#liberalisme

25) Terbukti: ketika umat Islam di Ambon dan Poso dibantai kaum Kristen, tak ada pembelaan dr penganut liberalisme. Mereka BUNGKAM. #liberalisme

27) Terbukti: ketika ada umat Islam yg memperjuangkan tegaknya syariat Islam dan Khilafah. Mrk mencibir bhw hal itu utopia. Pdhl liberalismelah yg utopia.#liberalisme

28) Saatnya umat Islam sadar dan hanya kembali kepada Islam. Tinggalkan liberalisme dan segala yg terkait dengannya. Jadikan Islam sbg the way of life.#liberalisme

29) Liberalisme itu busuk, tak ada yang bisa diambil manfaat darinya kecuali oleh org2 yg menginginkan kebinasaan. #liberalisme

30) ISLAM adalah solusi. Asalkan Islam diterapkan sebagai ideologi (akidah dan syariat). Bukan sekadar ritual belaka. #liberalisme

31) “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai
Islam itu jadi agama bagimu.”(al-Maidah: 3).#liberalisme

32) “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah
syaitan.” (al-Baqarah:208).#liberalisme

Baca juga:  Iman dan Istiqomah

33) “Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh pada keduanya; Kitabullah dan Sunnah nabiNya” (HR. Imam Malik)#liberalisme

34) Mari ikat-kaitkan pikiran dan perasaan kita hanya kpd Islam. Bukan kepada ide selainnya. Jadikan Islam identitas kita. Bukan liberalisme.#liberalisme

35) Liberalisme mendekati kuburnya sendiri. Alangkah baiknya jika kita mempercepat proses penguburannya. Gelorakan dakwah
Islam agar liberalisme segera tamat.#liberalisme

36) Allah Swt bersama para pejuang agamaNya. Jangan khawatir, kita tak pernah benar2 sendiri dalam perjuangan menegakkan
syariat Islam dan Khilafah.#liberalisme

37) Sebab, seharusnya kaum muslimin secara keseluruhan paham bahwa Khilafah adalah solusi atas seluruh problem kehidupan.
Bukan bbrp org sj yg memperjuangkannya.#liberalisme

38) Sekarang, saatnya kita bergandengan bersama dan bersatu untuk menghancurkan liberalisme dan melenyapkannya dari
peradaban.#liberalisme

39) Sembari terus meyakinkan umat bahwa tegaknya syariat Islam dan Khilafah bukanlah mustahil apalagi utopia. Itu adalah
cita2 perjuangan yg insya Allah terwujud.#liberalisme

40) Liberalisme terbukti sudah gagal. Apalagi yang mau diharapkan darinya? Kembali kepada syariat Islam adalah pilihan cerdas dan tepat (jg sesuai fitrah).#liberalisme

41) Akhirul tweet, semoga kita dimudahkan oleh Allah Swt utk tegar berdiri di jalan dakwah dan istiqomah dlm kebenaran syariat Islam.Amiin.#liberalisme


Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags:

akidahislamliberalismesyariat
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

Cinta Sejati, Mencintai Nabi

Next

Kapitalisme Cacat Sejak Lahir

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,053 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,029 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,969 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,533 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,200 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme
Memuat Komentar...