Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Percikan

Hati yang Keras

By osolihin
Senin, 2 Februari 2026 2 Min Read
0
Post Views: 368

Allah Ta’ala berfirman:

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allâh hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya (sama dengan orang yang hatinya keras)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang hatinya keras untuk mengingat Allâh. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS az-Zumar [39]: 22)

Malik bin Dinar rahimahullah pernah berkata, “Seorang hamba tidaklah dihukum dengan suatu hukuman yang lebih besar daripada hatinya yang dijadikan keras. Tidaklah Allâh Azza wa Jalla marah terhadap suatu kaum kecuali Dia akan mencabut rasa kasih sayang-Nya dari mereka.” (dalam Ma’âlimut-Tanzîl, juz VII, hlm. 115)

Tanda-tanda hati yang keras: termasuk malas melakukan kebaikan/ketaatan, meremehkan peringatan, kurang peka terhadap al-Quran, dan sulit terenyuh saat diajak bertaubat. Hati keras juga mirip batu yang lebih keras, meskipun batu bisa retak oleh air hujan.

Lalu, apa penyebab hati bisa menjadi keras? Bisa disebabkan oleh dosa-dosa berulang, pergaulan buruk, kesombongan, dan terlalu banyak bicara tanpa zikir kepada Allah.

Dari Abdullah bin Dinar menuturkan bahwa sahabat Ibnu Umar berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian banyak bicara tanpa ada berdzikir kepada Allah (menyebut nama Allah), karena banyak bicara tanpa ada berdzikir kepada Allah (menyebut nama Allah) akan membuat hati menjadi keras, dan orang yang paling jauh dari Allah adalah orang yang berhati keras.” (Hadits Riwayat At-Tirmidzi nomor: 2335 dan al-Mundziri, dengan sanad yang hasan)

Baca juga:  Belajar dari Umar bin Abdul Aziz dan Putranya

Semoga Allah Ta’ala melembutkan hati kita dengan ketaatan dan semangat dalam beribadah kepada-Nya. [OS]


Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags:

dakwahhatinasihatosolihintulisan
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

Sampai di Bulan Sya’ban

Next

Diam, Bicara, dan Setan

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,051 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,016 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,962 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,522 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,191 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme