Skip to content
-
Langganan Channel WhatsApp dan dapatkan ragam tulisan. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Percikan

Ajal Pasti Akan Datang

By osolihin
Jumat, 26 April 2013 3 Min Read
0
Post Views: 1,087

uje 3Kabar Ustad Uje (Jeffry Al Buchori) wafat memenuhi ruang di dunia maya dan juga media elektronik, tak ketinggalan via pesan di handphone. Pertama kali saya dapatkan saat menyimak lini masa (time line) di Twitter menjelang Subuh tadi. Hingga saat ini entah sudah berapa media massa yang memberitakan dan tentunya ratusan (mungkin ribuan) tweet digelontorkan untuk mendoakan beliau. Sebagai sesama muslim, saya juga mengucapkan “Innalillaahi wa innailaihi rooji’uun. Allahumaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa fu’anhu. Semoga Allah mengampuni kesalahannya dan menerima semua amal baiknya.”

Saya sekadar menulis saja. Seadanya dan seperlunya. Satu pesan bahwa “kematian” akan mendatangi siapa saja yang masih hidup. Kita tidak perlu khawatir, karena masing-masing dari kita sudah ada “jatahnya”. Cepat atau lambat, kematian akan menghampiri kita. Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya” (QS ali Imraan [3]: 145)

Jika memang belum datang ajalnya, ya tetap saja masih hidup meskipun orang tersebut berusaha bunuh diri. Tapi jika sudah datang ajalnya, ya pasti akan mati. Kita tak bisa menghindarinya atau minta ditangguhkan. Sebagaimana Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh,” (QS an-Nisaa’ [4]: 78)

Baca juga:  Hidup Santuy Tanpa Banding-Bandingan

Juga dalam ayat lainnya dari al-Quran: “Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).” (QS Yunus [10]: 49)

Ya, kematian tak perlu ditakuti. Yang perlu dipikirkan saat ini adalah dalam kondisi yang bagaimana ketika kita mati nanti. Tentu saja, sebagai seorang muslim, kita menginginkan bahwa kita ketika mati pun tetap dalam keadaan sebagai muslim. Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS ali Imraan [3]: 102)

Semoga kita menjadi husnul khatimah (baik di akhir hidup kita). Karena kita tak pernah tahu kapan kita mati dan seperti apa kondisi saat kita mati, maka kita harus sebaik mungkin memperbaiki diri kita. Perbanyak amal shalih dengan ikhlas dan iman sebagai landasannya. Yuk, kita pasti banyak dosa, sebelum ajal datang, kita taubat kepada Allah Swt. Jangan sampai kita rugi sebagaimana digambarkan oleh Allah Swt. dalam firmanNya (yang artinya): “Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.” Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (QS an-Nisaa’ [4]: 18)

Ini sekadar renungan saja. Ustad Uje pasti banyak penggemarnya yang merasa kehilangan. Beliau sudah meninggalkan kita dan semoga Allah Ta’ala menerima semua amal baiknya. Bagi kita, harus diyakini dan perlu diingat bahwa kematian itu pasti akan datang, ketenaran akan habis, kekayaan tak bisa dibawa serta ke liang lahat, nama besar tak menjamin ajal ditangguhkan. Semoga kita saat meninggal dunia dalam kondisi yang lebih baik dari kondisi kita saat ini. Wallahu’alam.

Salam,
O. Solihin
Ingin berbincang dengan saya? Silakan via Twitter di @osolihin

Baca juga:  Risiko Mencari Ilmu

Gambar dari sini


Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags:

ajalJeffry Al BuchorikematianmuslimUstad Ujewafat
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

Pepesan Kosong

Next

Tamasya ke Surga

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,051 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,018 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,964 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,526 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,194 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme
Memuat Komentar...