Skip to content
-
Langganan Channel WhatsApp dan dapatkan ragam tulisan. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Percikan

Ada Niat untuk Berubah, Ada Hidayah

By osolihin
Senin, 24 Juni 2013 2 Min Read
0
Post Views: 836

tersesatOrang yang selalu berbuat maksiat belum tentu maksiat selamanya. Asalkan dia ingin berubah menjadi baik, ada niat dan usaha untuk mewujudkannya, insya Allah ada jalan untuk menjemput hidayah. Ada kisah menarik yang perlu menjadi inspirasi bagi kita. Pernah mendengar kisah Syaikh Fudail bin Iyadh? Bagi yang pernah tahu, beliau adalah salah satu guru Imam asy-Syafii. Tahukah masa lalunya?

Nah, inilah kisahnya: Fudhail bin Iyadh, semasa masih jahat, bermaksud mengganggu seorang wanita jelita. Ketika sedang memanjat tembok rumah wanita itu, tiba-tiba terdengar olehnya dari jendela rumah alunan merdu bacaan al-Quran yang artinya: “Belumlah datang waktunya bagi orang-orang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kebenaran yang telah turun (kepada mereka).” (QS al-Hadiid [57]: 16)

Ayat tersebut menyentak sanubari Fudhail bin Iyadh, membuatnya terdiam di atas tembok. Tiba-tiba Bin Iyadh merasa persendiannya lumpuh. Lalu dengan tubuh gemetar dia mengiba, “Oh Tuhan, telah tiba waktuku. Telah tiba waktuku.” Dia pun turun dari tembok dan berjalan pulang dengan hati bertaubat setulus-tulusnya.

Karena kemalaman di jalan, Bin Iyadh istirahat di sebuah rumah kosong yang ditemuinya. Namun ternyata, di dalam rumah tua itu ada serombongan musafir yang tampaknya juga sedang beristirahat.

“Ayo kita berangkat sekarang saja,” dari luar bilik Fudhail mendengar seorang dari mereka berkata demikian.

Baca juga:  Malu Itu Baik

Yang lain menjawab, “Jangan, lebih baik tunggu sampai pagi. Sebab, pada malam-malam seperti inilah biasanya si Fudhail menjalankan aksinya.”

Mendengar percakapan mereka itu, Fudhail menampakkan dirinya sambil berkata, “Akulah Fudhail. Tapi jangan takut, sekarang aku telah bertaubat dan tidak akan menyamun lagi.” (kisahnya dikutip dari Islamia, edisi April-Juni 2005)

Subhanallah. Tak ada yang mustahil. Siapa pun bisa menjadi baik. Ahli maksiat sekalipun bisa berubah jadi baik, bahkan jadi ulama. Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa juga menyaksikan satu per satu kawan kita menjadi baik. Teman sepermainan kita yang lama tak jumpa, ketika bertemu sudah berubah penampilannya. Berubah pula akhlaknya. Dia menemukan kebenaran Islam di tempat lain. Bukan mustahil toh?

Ya, ini menunjukkan bahwa tak selamanya manusia itu berada dalam maksiat. Tak selamanya terus berbuat dosa. Pasti ada saatnya untuk berbuat baik. Asalkan ada kemauan untuk mengubah, insya Allah akan mendapat hidayah dari Allah Swt. Memang, kalo ngikutin hawa nafsu, rasanya betapa berat meninggalkan maksiat. Namun demikian, bukan berarti harus menyerah, apalagi “kepalang basah”. Tidak. Kesadaran untuk berubah jauh lebih baik dan bisa mengalahkan hawa nafsu. Insya Allah. Percayalah!

Salam,
O. Solihin
Ingin berkomunikasi dengan saya? Silakan via Twitter di @osolihin

*Gambar dari sini


Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Baca juga:  Jangan Remehkan Kebaikan

Tags:

hidayahislammuslimniatosolihinpercikan
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

Bukan Akhir dari Perjuangan, Kawan!

Next

Bebas, Tapi Jangan Bablas

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,051 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,018 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,964 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,526 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,194 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme
Memuat Komentar...