Skip to content
-
Langganan Channel WhatsApp dan dapatkan ragam tulisan. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Percikan

Musibah Ini, Ujian atau Murka-Nya?

By osolihin
Selasa, 16 Desember 2014 3 Min Read
0
Post Views: 754
285045_evakuasi-longsor-banjarnegara-hari-ke-2_663_382
Suasana tim SAR gabungan beserta warga yang sedang mencari korban akibat terkena longsor di desa Sampang, Banjarnegara, Minggu (14/12/2014). | Viva.Co.id

Sebagian wilayah di Banjarnegara, Jawa Tengah dilanda longsor sejak Kamis 11 Desember 2014 lalu. Kita patut prihatin dan mendoakan semoga bisa segera diatasi dan kembali kondisinya dipulihkan. Namun, di satu sisi yang lain, kita perlu merenung. Ya, apakah ini ujian, musibah, atau justru murka-Nya Allah Ta’ala?

Tak salah dengan apa yang pernah disampaikan Bang Ebiet G. Ade lewat lagu berjudul “Untuk Kita Renungkan”. Puisi yang dimusikalisasi itu berisi pesan bagus, di antaranya ada lirik: “Anugerah dan bencana adalah kehendakNya, kita mesti tabah menjalani, Hanya cambuk kecil agar kita sadar, adalah Dia di atas segalanya.”

Sungguh ini pelajaran yang sangat berharga. Jangan salah sangka. Maksud saya menuliskan “pelajaran berharga” bukan berarti saya menganggap bahwa ini patut dinikmati. Tidak. Tapi yang jelas wajib direnungkan. Jadi, “berharga” di sini maksudnya adalah kejadian yang harusnya membuat kita kian taat kepada Allah dan sekaligus mengakui kelemahan kita.

Bang Ebiet benar. Ini bukan hukuman, tapi hanya cambuk kecil agar kita sadar, bahwa Allah di atas segalanya. Allah Maha Kuasa atas apa pun, sehingga Dia “berhak” menunjukkan kekuasan-Nya untuk memberikan pelajaran dan mendidik kita, agar lebih taat kepada-Nya.

Kenapa ini disebut pelajaran dan Allah Ta’ala sedang berusaha mendidik kita, padahal adakalanya dengan peringatan-Nya yang terasa begitu keras? Jangan kaget dan jangan heran karena kita tak pernah tahu kehendak Allah Ta’ala. Apa yang kita anggap berat, mudah saja bagi-Nya. Apa yang kita anggap dahsyat, biasa saja bagi-Nya. Ini sekaligus menunjukkan keperkasaan-Nya dan kelemahan kita.

Baca juga:  Ada Gempa Malah Bercanda

Kejadian bencana alam ini bisa kita lihat dengan dua sudut pandang. Pertama, ini semata memang musibah yang merupakan ujian dari Allah Ta’ala. Insya Allah, bagi orang-orang yang beriman musibah ini adalah ujian. Semoga dengan kejadian yang meskipun menurut kita sangat berat, menyesakkan, dan tentunya menyedihkan, tapi jika kita bersabar, insya Allah ada pahalanya. Jangan pernah berputus asa. Firman Allah Ta’ala: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” (QS al-Baqarah [2]: 155-156)

Kita sudah akrab juga dengan kalimat “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Bahkan kita sangat hapal dengan maknanya. Arti kalimat itu adalah “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya-lah kami kembali.” Kalimat ini oleh para mufasir (ahli tafsir) dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Disunahkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil. Indah sekali bukan? Ditimpa musibah bukannya putus asa, tapi kita malah bersabar. Jadi berbahagialah karena kita sebagai seorang muslim dan insya Allah juga seorang mukmin.

Dalam ayat lain, Allah Ta’ala juga menjelaskan bahwa segala musibah yang menimpa adalah atas kehendak-Nya: “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS at-Taghaabun [64]: 11)

Baca juga:  Mengapa Harus Bangkit?

Menurut sudut pandang pertama musibah ini bisa bermakna ujian, maka pada sudut pandang kedua, justru kita khawatir, karena bisa jadi musibah itu adalah bentuk murka-Nya. Mungkin lebih halus bisa disebut peringatan-Nya sebagai bagian dari azab-Nya karena kita sudah mulai lupa kepada-Nya, karena kita sudah mulai berani melawan-Nya, bahkan nekat menentang-Nya serta mendustakan-Nya. Wallahu’alam.

“Pelajaran” tentang peringatan-Nya itu bisa kita simak dalam firman Allah Ta’ala (yang artinya): “Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang? Atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatanKu? Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasulNya). Maka alangkah hebatnya kemurkaan–Ku.” (QS al-Mulk [67]: 16-18)

Mari mengukur diri. Kita bisa interospeksi diri. Kita bisa menilai diri kita, dan berusaha mencocokkan apakah musibah ini adalah ujian atau justru bagian dari murka-Nya? Masing-masing dari kita insya Allah bisa menjawabnya. Asal kita mau jujur pada diri sendiri.

 

Salam
O. Solihin

*gambar dari sini


Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Baca juga:  #10 Ulah Dulah

Tags:

banjarnegarabencana alamlongsormusibahosolihinpercikanrenunganujian
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

Busana Muslimah Itu Indah

Next

Apa yang Menarik dari Charlie Hebdo?

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,051 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,019 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,967 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,528 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,195 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme
Memuat Komentar...