Berikan Cinta Kepada Ortu Kita
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”[QS Luqman [31]: 14]
| Bersyukurlah bila ortu kita masih ada dan lengkap dalam ikatan keluarga kita. Karena ini akan membuat kita tidak saja sebagai anggota sebuah keluarga, tapi juga bagian dari kehidupan keluarga besar. Kalo ayah dan ibu masih ada, kita bisa bercanda, bisa curhat, bisa ngobrol dari mulai yang remeh-temeh sampe yang berat, hang-out alias jalan bareng ke luar rumah, sampe mecahin masalah berat bersama-sama. Wis, pokoknya kompak dan asyik banget dalam suka dan duka. Tanpa kita sadari, ternyata kita juga jadi banyak belajar tentang kehidupan dari mereka. | Namun sayangnya, banyak di antara kita yang kurang memanfaatkan momen-momen indah seperti ini. Justru saat keluarga kita ada, yang terjadi adalah ketidak-akuran, bukan kebersamaan dalam ikatan persahabatan dan kekerabatan. Sehingga ketika semuanya hilang, tak ada yang bisa dibanggakan untuk dikenang. Sayang banget kan? |
Sobat muda muslim, berbahagialah jika kita punya keluarga. Bayangkan dengan teman-teman kita yang sudah tak memiliki ortu. Ayah yang nggak tahu di mana, dan ibu yang entah masih hidup atau sudah meninggal. Mereka anak-anak jalanan yang hidup sebatang kara. Teman mereka adalah anak-anak lain yang senasib. Bahkan mungkin ada yang berteman atau dibesarkan di lingkungan para bromocorah. Mereka saling curhat dan belajar dari kehidupan yag begitu keras dari lingkungannya. Kasihan dan menyedihkan banget.Orangtua bagi kita, tidak saja membuat status kita jelas, tapi sekaligus menjadikan kita memiliki pelindung. Merekalah yang akan membimbing kita, mengarahkan kita, dan juga memberi dukungan atas keputusan-keputusan yang berhak kita ambil. Kita memiliki sahabat dekat yang tahu betul sifat-sifat kita. Merekalah yang mencurahkan kasih sayangnya tanpa batas dan kesetiaan yang tak bertepi dalam mencintai kita. Ortulah orang pertama yang merasa bahagia akan adanya kita, meski adakalanya nggak ditampakkan dalam sikap. Ortulah orang pertama yang merasa muram dan sedih dengan lukanya kita, meski adakalanya tak mengatakannya langsung.
Eksplorasi konten lain dari O. Solihin
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.