Dilan, Bukan (sosok) Pilihan
“Jangan pacaran. Ini berat. Kau tak akan kuat balasan dosanya.” Zaman saya SMA, mungkin seumuran dengan tokoh fiksi bernama Dilan. Hanya beda gaya. Saya tahun 1990 sudah ikut-ikutan jadi anak rohis, bukan anak gang motor. Saya tidak pernah pacaran. Rasa…
Ada Gempa Malah Bercanda
Selasa siang kemarin (23/1/2018) saya bersama seorang rekan pengajar ngobrol sambil berjalan di koridor bangunan tempat kami mengajar. Kawan saya berhenti tapi belum berkata apa-apa. Disusul beberapa peserta diklat yang berlarian dari lantai 2 dan lantai…
#10 Di Sini Ada, di Sana Ada
[diary poligami] Seorang teman pernah bertanya, “Pak Oleh, pakaiannya ada di dua tempat dong ya?” Ya, ada di dua tempat, saya menjawab singkat. Entah sekadar iseng bertanya atau memang bagi teman saya tersebut belum terbayang seperti apa kehidupan…
#9 Komunikasi dan Solusi
[diary poligami] Komunikasi itu penting. Salah memahami bisa terjadi karena gagal dalam komunikasi (mengkomunikasikan pesannya). Mampu memahami, bisa berarti berhasil sebuah komunikasi. Itu artinya, komunikasi memiliki dua sisi: negatif dan positif.…
#8 Ketika Krucils ‘Berbagi’ Ayah
Ada empat krucils: Muhammad Mujahid Fisabilillah Leboe (8 tahun), Thariq Muhammad al-Fatih (7 tahun), Maryam Zahratul Jannah Leboe (4 tahun lebih), dan Ulfah Mumtazah (2 tahun lebih) yang hampir setiap hari ‘ngawal’ saya. Tepatnya sih, kemana pun saya…
#7 Antara Dakwah, Mendidik Anak, dan Poligami
Hal yang umum ‘dipertanyakan’ ketika ada orang yang melakukan poligami adalah: “dakwah saja belum giat, malah poligami; mendidik anak saja belum bisa benar, kok nikah lagi?” Ada sebab tentunya. Mungkin yang bersangkutan melihat fakta bahwa pelaku…
#6 Tempat, Waktu, dan Tunggangan
Ini sekadar sharing. Bahwa ternyata ketika seseorang memiliki keunikan–berbeda dengan kebanyakan orang, memiliki jabatan atau kedudukan tertentu, termasuk menjadi pelaku poligami–pasti akan menjadi sorotan orang-orang di sekitarnya. Betul.…
#5 Bersama dalam Taat
Ketika memutuskan untuk berpoligami, salah satu yang perlu juga dipertimbangkan adalah hubungan anak-anak kita dengan ‘ibu’ baru mereka dan saudara baru mereka. Tak mudah untuk mencairkan dinding es yang mungkin sudah dibangun sejak awal di hati mereka…