Skip to content
-
Langganan Channel WhatsApp dan dapatkan ragam tulisan. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Inspirasi

Keluarga adalah Istana Paling Indah

By osolihin
Minggu, 9 November 2014 2 Min Read
0
Post Views: 797

48keluarga-muslim-di-pantaiWaktu saya kecil inget banget, meski awalnya nggak paham kenapa orang tua saya cerewet banget melarang saya berantem deng­an kawan main, melarang saya supaya jangan masuk rumah orang sembarangan tanpa diizin­kan pemiliknya, menganjurkan saya untuk sopan santun kalo bermain, seringkali amat bawel dengan meminta supaya saya hormat sama orang yang lebih tua, supaya meminta maaf kalo memang saya bersalah. Wah, banyak banget deh aturannya. Saya sih nurut aja, meski nggak tahu ‘hikmah’ apa di balik semua larangan dan perintahnya. Saya berusaha untuk mereali­sasikan pesan tersebut tanpa pernah ngerti rencananya. Polos abis, nggak tahu apa-apa.

Nah, waktu besar dan udah bisa ngaji, karena suka ikut ke surau bareng anak-anak yang lain, pak ustadz ngasih penjelasan tentang banyak hal dari semua yang diajarkan orang tua saya di rumah. Ya, entah orang tua saya nggak mau ngejelasin karena mungkin percuma karena saya masih kecil, atau bisa juga kesulitan men­erjemahkannya. Tapi yang pasti, sampe seka­rang pelajaran itu amat berkesan bagi saya.

Nah, udah gedean dikit (baca: baligh), baru tahu bahwa memang sopan santun, berbuat baik sama keluarga dan juga kepada teman, meno­long orang lain, menghargai dan menghormati sesama bukan semata sikap moral, tapi memang adalah hukum syara, alias memang ada dasar hukumnya yang diajarkan dalam Islam. Begitu kata pak ustadz suatu saat. Aduh, nambah neh wawasan.

Baca juga:  Melatih Berpikir

Kita semua mendambakan keluarga yang baik-baik. Ayah bertanggung jawab, ibu perha­tian, kakak penyayang, adik juga penurut. Nenek dan kakek menikmati masa tuanya dengan me­lihat perkembangan pribadi anak dan cucunya dengan baik. Keluarga penuh ceria, saling me­ngingatkan, mengamalkan ajaran-ajaran Islam dengan penuh ketaatan. Duh, indah banget deh. Pantes aja kalo Rasulullah mengilustrasikan kehidupan keluarga beliau yang penuh dengan keharmonisan, kebahagiaan, ketenangan, saki­nah, mawaddah, dan rahmah dengan ungkapan Baitiy jannatiy alias rumahku, surgaku.

Bersama keluargalah kita lebih ba­nyak berinteraksi, bersama keluarga pula kita lebih banyak punya waktu untuk belajar tentang makna hidup. Allah Ta’ala berfirman:

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا

“Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di bela­kang mereka anak-anak yang lemah (iman, ilmu, dan amal), yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka, oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS an-Nisâ’ [4]: 9)

Kita semua berharap punya keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Kalo ada konflik, kita selesaikan baik-baik. Jangan sampai hawa nafsu yang jadi panglima, tetapi keikhlasanlah yang kita ke depankan. Konflik bukan berarti ben­cana, tapi konflik itu ibarat kerikil kecil yang bisa mendewa­sakan kita semua. Tapi yang pasti, taburkan ajaran Islam di dalam keluarga kita, insya Allah berkah. Yuk, kita bangun istana paling indah dalam hidup ini. Syukur-syukur bisa dengan lega menyebut: rumahku, surgaku.

Baca juga:  Mengapa Amerika dan Sekutunya Belum Berhasil Melawan Islamic State?

Salam,
Solihin

*gambar dari sini


Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags:

baity jannatiinspirasikeluargamawaddahosolihinrahmahsakinah
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

Sedekah vs Belanja

Next

Tidak Bersyukur, Jauh dari Barokah

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,053 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,029 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,970 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,534 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,200 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme
Memuat Komentar...