Skip to content
-
Langganan Channel WhatsApp dan dapatkan ragam tulisan. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Percikan

Doa Yang Sia-Sia

By osolihin
Jumat, 11 November 2011 3 Min Read
0
Post Views: 1,084
Ilustrasi | Foto: www.republika.co.id

Dalam hadits ke sepuluh dari kumpulan Hadits Arba’in karya Imam An Nawawi dijelaskan bahwa: “Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Berkatalah Rasulullah saw.,: “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu thoyyib (baik) tidak menerima kecuali yang baik (thayyib). Sesungguhnya Allah menyuruh orang-orang yang mu’min sebagaimana yang telah Dia perintahkan kepada para Rasul.” Allah Ta’ala berfirman: “Wahai para Rasul, makanlah (kalian) dari makanan yang baik-baik, dan berbuatlah amal shalih”, dan firman Allah SWT.,:”Wahai orang-orang yang beriman makanlah dari makanan yang baik-baik apa yang Kami anugerahkan rizki kepada kalian”. Lalu Rasulullah menyebut seorang lelaki yang berlayar jauh, hingga kusutlah rambutnya dan kotor, ia mengangkat kedua tangannya ke langit (seraya berkata): “Ya Tuhan, Ya Tuhan” (ia bermohon) sedang makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makan (badannya) dengan barang haram, maka bagaimana yang demikian itu akan dikabulkan (diijabahi)?”. (HR Bukhori dan Muslim)

Doa adalah permohonan kita kepada Allah agar segala harapan dan cita-cita kita terkabul. Dan doa merupakan salah satu komponen dari sebuah keberhasilan, selain cita-cita dan usaha sungguh-sungguh. Untuk mencapai keberhasilan yang optimal, seluruh komponen harus memiliki nilai, karena ibarat sistem perkalian, salah satu bernilai nol, maka hasilnya adalah nol pula. Dan doa sebagai salah satu kekuatan  yang merupakan permohonan langsung kepada Allah harus betul-betul kuat, baik permintaan maupun caranya. Dan segala hal yang berhubungan langsung dengan dikabulkannya doa, agar doa kita tak sia-sia.

Baca juga:  Jangan Telat Bertobat

Karena doa merupakan ibadah, maka harus dilakukan dengan tata cara yang khas, yang sudah diatur oleh Allah dan Rasul-Nya. Juga harus disertai dengan segala hal yang bisa mendukung ibadah itu. Jangan sampai, kita menuntut sesuatu sementara kita mengabaikan sesuatu yang lain. Artinya, bila kita memohon kepada Allah sesuatu kebaikan agar segala cita-cita dan harapan kita berhasil, sementara kita mengabaikan larangan dan perintah dari Allah SWT. Tentu ini adalah sesuatu yang kontradiktif dan tidak fair. Kita memohon kebaikan diturunkan oleh Allah pada kita, tapi dalam waktu yang bersamaan kita malah melakukan perbuatan yang telah dilarang-Nya. Kita meminta dengan beruarai air mata kepada Allah agar kita diberikan keselamatan dunia dan akhirat, tapi dalam aktivitas kehidupan kita sehari-hari, terbiasa memakan riba, memakan harta anak yatim, mencari nafkah dari jalan yang terlarang; hasil mencopet, tipu-tipu, korupsi, komisi yang haram (suap). Jadi, bagaimana mungkin Allah akan mengabulkan (mengijabah) doa kita. Mungkin saja dalam kenyataan seolah-olah kita mendapat sesuatu yang diinginkan meskipun lewat korupsi dan kita damai-damai saja tak ada yang menganggu, namun apakah kita yakin bila harta itu berkah?

Doa sebagaimana aktivitas ibadah yang lain, harus disertai usaha sungguh-sungguh. Karena berdoa saja tanpa berusaha, meskipun cita-cita kita setinggi langit adalah suatu hal yang sulit untuk bisa berhasil. Harus memiliki nilai dari komponen cita-cita, usaha dan doa itu sendiri, tidak boleh ada yang nilainya nol. Sehingga bila menginginkan keberhasilan maka ketiganya harus mempunyai nilai yang bukan nol.

Baca juga:  Makna Laa Ilaaha Illallah

Suatu ketika, Amirul Mukminiin, Umar bin Khaththab r.a. memasuki masjid di luar waktu sholat lima waktu. Didapatinya dua orang yang sedang berdoa kepada Allah SWT., Umar r.a. lalu bertanya: “Apa yang sedang kalian kerjakan, sedangkan orang-orang  di sana kini sedang sibuk bekerja?” Mereka menjawab: “Ya Amirul Mukminiin, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bertawakkal kepada Allah SWT.” (Mendengar jawaban tersebut), maka marahlah Umar r.a., seraya berkata:“Kalian adalah orang-orang yang malas bekerja, padahal kalian tahu bahwa langit tidak akan menurunkan hujan emas dan perak.” Kemudian Umar r.a. mengusir mereka dari masjid, tetapi memberi mereka setakar biji-bijian.  Beliau katakan pada mereka: “Tanamlah dan bertawakkallah kepada Allah.”

Kita berdoa tanpa berusaha memang seperti pungguk merindukan bulan, doa kita menjadi sia-sia. Begitu pula ketika kita berdoa sementara kita masih doyan melakukan perbuatan maksiat, memakan makanan yang haram, melakukan perbuatan yang haram, menafkahi anak istri dengan barang-barang dan makanan haram. Meskipun kita dengan khusuk sampai berurai air mata memohon kepada Allah, sulit sekali bila do’a itu dikabulkan.

Tentu kita tidak menginginkan harapan dan cita-cita kita melalui permohonan doa kepada Allah sia-sia. Untuk itu, harus disertai dengan aktivitas kita berbuat yang terbaik dalam hidup ini. Yakni, beriman dan bertaqwa kepada Allah, mengerjakan dan memakan harta yang halal, agar doa kita diijabah dan penuh berkah. Wallahu’alam bishowab

Salam,

Baca juga:  Hidup Memang Perlombaan

O. Solihin


Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags:

doaibadahpercikan
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

Demam Togel

Next

Wawan Sang Relawan

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,051 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,018 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,964 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,526 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,194 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme
Memuat Komentar...