Skip to content
-
Langganan Channel WhatsApp dan dapatkan ragam tulisan. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Inspirasi

Jangan Mager Nyari Ilmu

By osolihin
Selasa, 24 Februari 2026 2 Min Read
0
Post Views: 356

Ada quotes yang makjleb tapi elegan tentang ilmu. Salah satunya dari Imam asy-Syafi’i rahimahullah dalam kitab Dîwânul Imâm asy-Syâfi‘î:

وَمَنْ فَاتَهُ التَّعْلِيْمُ وَقْتَ شَبَابِهِ فَكَبِّرْ عَلَيْهِ أَرْبَعًا لِوَفَاتِهِ

“Siapa yang tidak belajar di waktu mudanya, bertakbirlah empat kali (sebagai shalat jenazah) atas kematiannya.”

Kalimatnya terdengar sadis. Kok kalo belajar nggak pas muda, langsung dianggap “mati”? Tenang. Ini bukan vonis kuburan. Ini tamparan kesadaran. Mengguncang sih, tapi bener. Iya, kan?

Mengapa? Karena masa muda itu golden time. Ibarat HP baru, baterai 100%, storage masih lega, sinyal full bar. Tapi kalo masa itu cuma dipakai buat rebahan, scroll tanpa arah, debat receh di kolom komentar, ya jangan kaget kalo pas tua hidup terasa “low power mode” . Imam Syafi’i nggak sedang bicara soal mati fisik. Beliau berkomentar soal mati fungsi. Mati potensi. Mati peran.

Coba gini deh, kamu bayangin: badan masih seger, nafas masih jalan. Eh, tapi pikiran nggak berkembang, wawasan sempit, iman stagnan. Itu kayak akun media sosial yang followers -nya banyak, tapi nggak pernah upload konten bermanfaat. Ada, tapi nggak berdampak.

Dalam Islam, masa muda itu bukan cuma fase umur. Itu fase amanah energi. Gimana kamu jawabnya kalo ditanya umurmu dipakai buat apa? Buat upgrade diri atau cuma update story ?

Oya, belajar di sini juga bukan cuma soal sekolah formal. Bukan cuma ranking dan ijazah. Tapi belajar mengenal Allah Ta’ala, belajar adab, belajar tanggung jawab, belajar disiplin, belajar mengelola emosi, belajar jadi manusia yang nggak cuma pintar ngomong tapi juga benar dalam bertindak.

Baca juga:  Berani Mengubah Diri

Lucunya, kita sering panik kalo ketinggalan tren. FOMO kalo nggak tahu lagu viral. Tapi santai banget kalo ketinggalan ilmu. Padahal tren cuma bertahan seminggu. Ilmu bisa bertahan seumur hidup—bahkan lanjut jadi amal jariyah.

Umumnya remaja itu sering bilang, “Masih muda, santai dulu”. Padahal justru karena masih muda, harus serius dulu. Sebab kalo dari muda sudah malas belajar, nanti tua cuma bisa bilang, “Coba dulu gue lebih rajin…” Tapi waktu nggak punya tombol undo . Hidup bukan Google Docs yang bisa restore version .

Belajar di masa muda itu investasi. Bukan cuma buat karier, tapi buat karakter. Bukan cuma buat dunia, tapi buat akhirat. Orang yang mengisi mudanya dengan ilmu akan punya cahaya saat yang lain kebingungan arah. Dan sebaliknya, orang yang mengosongkan masa mudanya dari ilmu (apalagi ilmu agama), ya itu tadi. Secara fisik hidup. Tapi secara makna? Hampa.

Itu sebabnya, sebelum orang lain “bertakbir empat kali” atas matinya potensi kita, mending kita takbirkan semangat dalam diri sendiri. Bangkit. Buka buku. Buka al-Quran. Buka pikiran. Karena masa muda itu bukan soal gaya. Masa muda itu soal daya.

Dan kalo hari ini kamu masih diberi usia muda—atau minimal masih diberi kesempatan belajar—maka belum terlambat. Selama belum benar-benar mati, jangan biarkan potensi kamu lebih dulu terkubur. Belajar sekarang. Supaya hidup nanti benar-benar hidup. [OS]

Gabung di WhatsApp Channel O. SOLIHIN untuk artikel dan inspirasi terbaru!

Baca juga:  Sekilas Rumah Sakit di Masa Khilafah
Gabung Sekarang

Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags:

dakwahilmuinspirasiislammuslimosolihinremaja
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

Bukan Cuma Tahu, Tapi Mau

Next

Takut Miskin, Lalu Salah Jalan?

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,051 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,018 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,964 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,526 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,194 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme