Skip to content
-
Langganan Channel WhatsApp dan dapatkan ragam tulisan. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Memoar

Setelah 16 Tahun dan Selamanya

By osolihin
Sabtu, 21 November 2015 2 Min Read
0
Post Views: 718

menundukAlhamdulillah. Segala puji bagi Allah Ta’ala. Dialah yang menyatukan kami dalam ikatan pernikahan. Tak mudah menjalinnya, tetapi bukan perkara sulit jika kita siap menerima konsekuensinya. Sebuah keberanian yang didasari keimanan, membuat kami mengambil risiko. Menikah, bukan hanya menyatukan hati kami yang masing-masing memiliki perbedaan, namun sekaligus siap menanggung beban masalah yang kami bawa. Atas izin Allah, kami bisa melangkah sejauh ini, 16 tahun. Masih belum banyak jejak diukir dalam perjalanan usia pernikahan kami. Apalagi jika dibandingkan dengan waktu yang sudah ditempuh orang tua kami.

Saya dan istri tak pernah menjadikan ulang tahun pernikahan sebagai sesuatu yang harus dirayakan. Kami hanya mengucap syukur dan melakukan introspeksi masing-masing. Sudah seberapa besar upaya kami lakukan untuk terus mentautkan hati, menyatukan keinginan yang sama, meski ada saja hal berbeda dari kami dalam memandang persoalan.

Menikah tak mesti melulu cerita indah. Kadang (atau bahkan sering?) menghadirkan kisah duka-pilu-merana. Namun, karena memiliki tujuan yang sama, semua bisa dilalui dengan keikhlasan dan kesabaran serta senantiasa mengharap ridho Allah Ta’ala. In sya Allah. Apapun yang terjadi, kami berusaha untuk tetap menyatukan tujuan dalam membina rumah tangga yang sakinah-mawaddah-penuh rahmah untuk menghasilkan generasi terbaik yang bermanfaat bagi umat. Selain itu, kami berupaya untuk menghargai sedikit perbedaan dan berusaha empati dalam memahami keinginan masing-masing. Kuncinya ada pada kepercayaan, kepedulian, tanggung jawab, dan komitmen yang dilandasi kecintaan kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.

Baca juga:  #7 Antara Dakwah, Mendidik Anak, dan Poligami

Semoga, perjalanan 16 tahun yang sudah dilalui, setapak demi setapak jalannya terukir jelas dengan sejarah kebaikan dan menebar manfaat untuk kami dan generasi kami ke depannya. Semoga pula, untuk selamanya dan senantiasa memberikan keberkahan untuk semuanya.

Bogor, 21 November 2015, dalam mengenang episode 21 November 1999 di Bandarlampung

O. Solihin dan Nur Handayani


Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags:

keluargamenikahpernikahanrumah tangga
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

Tak Salah Mencintai Matematika

Next

Dilema Gadget

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,051 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,018 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,964 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,526 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,194 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme
Memuat Komentar...