Skip to content
-
Langganan Channel WhatsApp dan dapatkan ragam tulisan. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Percikan

Belajar, Mengajar, dan Menuliskannya

By osolihin
Jumat, 9 November 2012 2 Min Read
0
Post Views: 676

Bagi saya, proses belajar yang mengasyikkan adalah sambil mengajar. Mengapa? Sebab, setiap kali saya akan mengajar, minimal sekali saya membuka catatan yang pernah saya pelajari. Bahkan dalam beberapa kesempatan, saya harus mencari tahu lebih dalam apa yang harus saya sampaikan pada saat mengajar. Itu artinya, ilmu saya insya Allah makin bertambah–atau setidaknya merevisi dan menguatkan apa yang sudah dipahami sebelumnya setiap kali saya mengajar.

Benar. Ketika mengajar pun masih akan mendapatkan ilmu. Dari mana ilmu bisa didapatkan saat mengajar? Pertama, dari pertanyaan murid-murid saya. Ini adalah sumber inspirasi untuk menggali informasi yang sudah pernah saya dapatkan, sehingga saya bisa menguatkan pemahaman saya terhadap satu topik ilmu yang dibahas atau bahkan saya mendapatkan hal baru ketika saya harus mencarinya lebih dalam lagi. Kedua, pendapat murid-murid saya. Ini juga merupakan inspirasi yang sangat banyak dan beragam pula. Ya, pendapat atau kisah yang mereka tuliskan dalam tugas menulis yang saya berikan justru membuat saya mengambil banyak inspirasi dari mereka.

Selain belajar dan mengajar, sebenarnya ada hal penting lainnya, yakni menuliskannya. Ya, menuliskan adalah sebuah metode menyampaikan pesan dengan lebih tertata rapi. Anda boleh mencobanya. Jika saat mengajar saya kadang masih agak repot mengatur pilihan kata–yang seringkali harus spontan terucap ketika menjawab pertanyaan atau menyampaikan informasi. Sementara dalam menulis, saya masih ada waktu untuk mengeditnya: baik bahasanya, pilihan kata, dan tentunya isinya.

Baca juga:  Cita-cita Tertinggi Seorang Muslim

Yuk, sudah saatnya kita mulai mendokumentasikan apa yang sudah kita pelajari dan sampaikan, yakni dengan menuliskanya. Semoga apa yang sudah kita kerjakan bisa menjadi inspirasi orang lain melalui tulisan-tulisan yang kita kemas dalam menceritakan pengalaman kita dalam belajar dan berbagi. Semangat!

Salam,

O. Solihin | Twitter: @osolihin

 


Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berlangganan

Tags:

belajarmengajarmenulis
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

Terorisme, Media, dan Korbannya

Next

Memuji Allah Ta’ala Ketika Mendapat Musibah

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,053 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,029 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,969 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,533 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,200 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme