Melangkah untuk Maju

Melangkah umumnya ke depan. Meski ada juga yang menuju belakang. Sama-sama melangkahkan kaki, tetapi yang pertama meneruskan perjalanan, sementara yang kedua memutuskan mundur. Sebenarnya hal yang wajar, sebab dalam perjalanan yang kita tempuh tak selalu harus terus menerus maju ke depan, adakalanya dalam beberapa kondisi diperlukan mundur dengan berbagai alasan. Namun jika niat sudah ditetapkan, sebaiknya terus melangkah maju ke depan meskipun harus berjibaku dan hadapi ujian berat. Sebab, fokus tujuan ada di depan dan itu harus kita raih dengan upaya maksimal.

Yang bertambah, yang berkurang

Bagaimana dengan usia? Ada ukurannya juga. Bahkan umur manusia itu, jika dihubungkan dengan amal dan perjalanan hidup manusia di dunia, nampak jelas ada kaitannya. Menurut Imam ar-Razi, umur manusia itu ibarat modal (tentu saja ada ukurannya). Sementara modal umur itu terus berkurang, tidak bertambah. Allah Swt berfirman (yang artinya): “Demi waktu. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS al-Asr [103]: 1-3)

Memuji Allah Ta’ala Ketika Mendapat Musibah

Ketika kita mendapatkan kebahagiaan, kita mengucap syukur alhamdulillah. Memuji Allah Ta’ala. Senang rasanya hati kita. Tulisan “alhamdulillah” tertera di mana-mana: status walls facebook, di timeline twitter, ada di SMS, di blog dan beragam media yang bisa kita jangkau dan miliki. Dahsyat!

Belajar, Mengajar, dan Menuliskannya

Bagi saya, proses belajar yang mengasyikkan adalah sambil mengajar. Mengapa? Sebab, setiap kali saya akan mengajar, minimal sekali saya membuka catatan yang pernah saya pelajari. Bahkan dalam beberapa kesempatan, saya harus mencari tahu lebih dalam apa yang harus saya sampaikan pada saat mengajar. Itu artinya, ilmu saya insya Allah makin bertambah–atau setidaknya merevisi dan menguatkan apa yang sudah dipahami sebelumnya setiap kali saya mengajar.

Berani Mengubah Diri

Pengertian hijrah adalah muhafazhan ‘aladdin (memelihara agama). Rasulullah saw, dan para sahabat di masa lalu pernah melakukan hijrah ketika Mekkah tak lagi menjanjikan kemaslahatan.

Demi Sebuah Ilmu

Saya senang dan sekaligus bahagia bisa berbagi ilmu yang saya miliki, meski saya merasa bahwa ilmu saya masih belum banyak. Tapi karena kewajiban, akhirnya saya memenuhi janji yang telah disepakati, maka berangkat juga ke sebuah tempat yang saya sendiri belum tahu.