Skip to content
-
Langganan Channel WhatsApp dan dapatkan ragam tulisan. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Percikan

Kebangkitan Hakiki

By osolihin
Rabu, 16 November 2011 2 Min Read
0
Post Views: 679

Assalaamu’alaikum wr wb

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai…” (QS Ali Imran [3]: 103)
Berbicara soal kebangkitan memang akan selalu menarik, terlebih di saat kita sedang memperjuangkannya dan belum juga berhasil. Semua menawarkan berbagai upaya untuk memperjuangkan kebangkitan. Berbagai slogan mengalir tak kenal henti. Konon, digembar-gemborkan bahwa abad ke-15 hijriyah sebagai abad kebangkitan Islam. Namun, sampai saat ini ternyata umat Islam masih nyungsep dan belum ada tanda-tanda menggeliat untuk bangkit.

Kaum muslimin tetap terpuruk dalam berbagai persoalan yang menderanya, dari mulai masalah kemiskinan, kerusakan moral, ketertinggalan dalam teknologi, sampai masalah politik. Sudah tentu berbagai upaya telah dilaksanakan, dari mulai membangun ekonomi, karena melihat kaum muslimin kedodoran di bidang ini. Juga melakukan perbaikan akhlak, ketika melihat kaum muslimin banyak melakukan perbuatan maksiyat. Namun ternyata derita tak kunjung padam.

Kita harus tahu dan sadar, bahwa arti kebangkitan bagi kaum muslimin sangatlah berarti. Maka, penyelesaian yang benar dan baik akan sangat menentukan langkah untuk mengupayakan kebangkitan. Setiap menyelesaikan persoalan, kita harus mengembalikan pada akar masalahnya. Karena, sudah pasti, bila masalah utamanya sudah ditemukan, maka penyelesaian lanjutnya bisa ditebak dan diusahakan jalan keluarnya. Kita sudah banyak belajar dari pengalaman. Terbukti, kuatnya bidang ekonomi tak mampu mengangkat penderitaan umat dan membuatnya bangkit. Ini telah dibuktikan dengan negeri-negeri Islam yang kuat di bidang ekonominya seperti Arab Saudi dan Kuwait, ternyata umat Islam tetap terpuruk.

Baca juga:  Belajar dari Umar bin Abdul Aziz dan Putranya

Begitu juga dengan tingginya akhlak, tak mampu membuat umat Islam digdaya. Ini dibuktikan oleh tingginya akhlak kaum muslimin di Madinah. Dan itu semua menjadi barometer bahwa masalah ekonomi dan akhlak bukan masalah utama. Bandingkan dengan negeri-negeri Eropa, seperti Prancis, misalnya. Negara itu maju meski akhlak masyarakatnya bejat.

Lalu, yang jadi masalah apa? Pemikiran. Ya, taraf berpikir yang sebenarnya akan mampu membebaskan umat dari belenggu yang selama ini mengikatnya untuk tetap terpuruk dalam kerendahan pola berpikir yang membuatnya malas untuk bangkit dan bersaing dengan umat lain.

Kemudian, kebangkitan yang benar itu seperti apa? Satu-satunya kebangkitan yang benar adalah kebangkitan yang dilandasi oleh fikrah Islamiyah (pemikiran Islam), karena kebangkitan itu sajalah yang merupakan peningkatan taraf berpikir yang ditegakkan atas asas ruhiyah, yakni atas asas  La Ilaha Illallah. Allah SWT. pun menjamin tegaknya kalimat-Nya dan kehancuran kalimat kufur, sebagaimana firman-Nya:

“….dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(QS at-Taubah [9]: 40)

Untuk membangkitkan umat dari kerendahan taraf berfikir ini, jelas diperlukan kerja ekstra keras dan perhatian yang lebih. Karena itu, membangkitkan umat jelas adalah tanggung jawab bersama. Mau tidak mau, kita harus bersatu dalam satu pemikiran dan perasaan untuk membangkitkan umat ini, tidak bisa sendiri-sendiri.

Baca juga:  "Liberalisme", Kultwit saya pagi ini di Twitter

Salam,

O. Solihin


Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags:

islamkebangkitan hakikikhilafah
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

Biasakan Membuat Lead ‘Menggoda’

Next

Gimana Sih Menulis Ilmiah?

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,053 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,029 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,970 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,534 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,200 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme
Memuat Komentar...