Skip to content
-
Langganan Channel WhatsApp dan dapatkan ragam tulisan. Subscribe Now!
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
  • Bagian Menu
O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

O. Solihin

berbagi inspirasi, belajar menata diri

  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
  • Beranda
  • Profilku
  • Buku Karyaku
  • Tulisan di gaulislam
  • Kumpulan File
Subscribe
Close

Search

Percikan

Kekuatan Ilmu

By osolihin
Selasa, 30 April 2013 3 Min Read
0
Post Views: 1,459

ImuUstad Deden, kami biasa memanggilnya. Beliau adalah amilin di Al-Azhar Peduli Umat. Nah, yang menarik bagi saya adalah penyampaiannya dalam kultum rutin ba’da Dhuhur. Tentang keutamaan ilmu an orang yang memiliki ilmu. Ayat yang disampaikannya, tak lain adalah ayat ke-11 dari al-Quran surah al-Mujaadilah (surah ke-58 dalam al-Quran): “…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

Bagi seorang muslim, rasa-rasanya ayat ini sudah sering mampir ke telinga karena hampir semua penceramah dan mubaligh, atau guru pengajian kita pernah menyampaikan ayat ini ketika membahas keutamaan ilmu. Ya, orang beriman yang memiliki ilmu jauh lebih tinggi derajatnya dibanding orang yang beriman tetapi ilmunya kurang atau malah minim sekali.

Kultum ba’da Dhuhur yang beliau sampaikan makin terasa memotivasi manakala ia mengutip sebuah syair dari Imam Syafi’i: “Man aroodaddunya fa’alaihi bi ’ilmi, wa wan aroodalaakhirot fa’alaihi bi ’ilmi wa man arooda humaa fa’alaihi bi ‘ilmi.” Artinya : “Barangsiapa yang ingin sukses di dunia maka hendaklah dengan ilmu, barangsiapa yang ingin sukses di akhirat maka hendaklah dengan ilmu, dan barangsiapa yang ingin sukses pada keduanya (dunia dan akhirat) maka hendaklah dengan ilmu (pula)” .

Islam memotivasi umatnya agar mencari ilmu untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat. Allah Swt. berfirman, “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia (Allah) telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan qalam. Dia (Allah) mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya” (QS al-‘Alaq [96]: 1-5)

Baca juga:  Hadapi dengan Sabar

Allah Ta’ala menurunkan semua ilmu yang ada di dunia ini. Sayangnya, banyak orang yang tak bersemangat untuk mencarinya. Padahal, jelas ada perbedaan yang amat signifikan antara orang yang berilmu (yang mengetahui sebuah ilmu) dengan yang tak berilmu (tak memiliki pengetahuan seputuar keilmuan di bidang tertentu). Sebagaimana Allah Swt. berfirman, “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS az-Zumar [39]: 9)

Hmm… tentu amat kebetulan apa yang disampaikan Ustad Deden dalam kultum ba’da Dhuhur tadi dengan saat ini, saat saya sedang mengawas ujian bulanan Kelas Menulis Kreatif untuk para peserta diklat jurusan Menjahit dan Tatabusana. Persamaannya adalah dalam soal menulis adalah peserta diklat diminta menuliskan sebuah cerpen dengan tema mencari ilmu. Wah, menarik sekali. Jika mereka jeli, mungkin akan memasukkan pesan tersebut dalam cerpen yang mereka tulis.

Baik, tak banyak cerita dalam tulisan sederhana ini. Ya, sekadar ‘mentransfer’ ulang ilmu  yang saya dapatkan saat kultum ba’da Dhuhur tadi, semoga pembaca blog saya juga mendapatkan inspirasi dari cerita yang saya tuliskan ini. Yuk, kita berlomba untuk meraih ilmu. Sebagaiman perkataan Imam Syafi’i yang juga pernah saya dengar saat mengikuti salah satu kajian Islam, “Carilah ilmu sebagaiman seorang ilmu yang kehilangan anak perawannya.”

Baca juga:  Bukan Akhir dari Perjuangan, Kawan!

Jika ilmu sudah didapat, maka insya Allah ilmu akan memberikan kita menguasai hal-hal yang belum diketahui oleh orang yang belum belajar. Seorang teman yang ahli di bidang komputer tentu berbeda dengan saya yang tak begitu mengerti seluk-beluk komputer. Begitupun sebaliknya, saya insya Allah lebih menguasai ilmu seputar kepenulisan ketimbang teman saya yang ngerti komputer tersebut. Jika saya mau belajar seputar komputer insya Allah bisa juga pada akhirnya, begitupun dengan teman saya yang mahir komputer tetapi juga terus belajar dan berlatih bisa juga menulis pada akhirnya. Insya Allah.

Ayo, kejarlah ilmu yang Anda minati dan ingin kuasai. Namun, jangan lupa bahwa ilmu yang sudah kita dapatkan kemudian kita sebarkan lagi agar manfaatnya bisa dirasakan banyak orang dan tentu saja itu bernilai ibadah karena senantiasa mengharap ridho Allah Ta’ala bagi kebahagiaan di dunia dan juga akhirat. Semangat!

Salam,

O. Solihin
Ingin berbincang dengan saya? Silakan via Twitter di @osolihin

Gambar dari sini


Eksplorasi konten lain dari O. Solihin

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berlangganan

Tags:

dakwahilmuimanislammukminmuslimnasihattakwa
Author

osolihin

Follow Me
Other Articles
Previous

Menulis Itu Menyenangkan

Next

Hari Buruh, Demo Buruh

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Terpopuler

  • 9 Langkah untuk Menulis Buku - 32,051 views
  • Hati-hati dengan Sum’ah - 28,020 views
  • Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah - 27,967 views
  • Mengapa bingung menuliskan kalimat pertama? - 26,529 views
  • “Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?” - 26,196 views

Komentar Terbaru

  • osolihin pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • robbil pada “Sosmed Addict”, Buku Terbaruku
  • osolihin pada Buku Karyaku
  • osolihin pada “Hidup untuk Makan”
  • Arif pada Buku Karyaku
Copyright 2026 — O. Solihin. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme
Memuat Komentar...