Setelah 16 Tahun dan Selamanya

Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah Ta’ala. Dialah yang menyatukan kami dalam ikatan pernikahan. Tak mudah menjalinnya, tetapi bukan perkara sulit jika kita siap menerima konsekuensinya. Sebuah keberanian yang didasari keimanan, membuat kami mengambil risiko. Menikah, bukan hanya menyatukan hati kami yang masing-masing memiliki perbedaan, namun sekaligus siap menanggung beban masalah yang kami bawa. Atas izin…

Continue reading Setelah 16 Tahun dan Selamanya

Guruku, Isomerku

Guruku isomerku, inilah judul yang saya pilih. Cukup mewakili mengingat kami bersekolah di sekolah kejuruan kimia analisis. Setidaknya saya masih ingat sedikit istilah-istilah kimia, tapi lupa sebagian besarnya (hehehe…).

Jejak Langkah 12 Tahun Sudah

Dik, menengok perjalanan selama 12 tahun kebersamaan kita, aku merenung dalam diam. Rasanya baru kemarin kita menikah. Rasanya. Padahal berbilang tahun sudah kita lalui.

Fokus menjadi penulis

Perjalanan karir menulisku terus terasah dan makin terampil dengan lahirnya beberapa buku berikutnya: Jangan Jadi Seleb (2002) dan Jangan Nodai Cinta (2003).

Tetap bertahan di Bogor

Aku lanjutkan hidup sampai kemudian paman yang mengetahui aku luntang-lantung dan runtang-runtung di Bogor, menyuruhku tinggal di Bandung bersamanya sambil nyari kerjaan di sana.

Memilih tidak jadi analis kimia

Ternyata, Aku Jadi Penulis (episode 2) Ketika kelas 4 di Sekolah Menengah Analis Kimia di Bogor itu, tahun 1992, aku memang masih menulis, tapi karena banyaknya kesibukan urusan sekolah, keterampilan menulisku sempat terhambat dan nggak diasah. Soalnya emang jarang berlatih nulis lagi. Tapi, aktivitas membaca sih tetap jalan terus. Karena membaca membuatku lebih terbuka wawasan…

Continue reading Memilih tidak jadi analis kimia

Berubah cita-cita

Ketika aku duduk di kelas 4 SD, keinginanku untuk membaca tambah kuat, apalagi ada perpustakaan di sekolah. Meski koleksinya nggak banyak, tapi aku suka bacanya.