Tetap Nge-BLOG, Terus Nulis, Senantiasa Berdakwah

blogwp-os

Saya juga nge-blog di sini (www.osolihin.wordpress.com) | Isinya hampir sama dengan blog saya yang ini, namun blog yang www.osolihin.net lebih spesifik pada tulisan-tulisan saya sendiri. Berbeda dengan yang di wordpress, isinya bukan hanya tulisan saya.

Waduh, ini kesannya heroik banget ya? Nge-blog, nulis, dan berdakwah. Semoga saja niatnya memang demikian. Hehehe…(insya Allah). Blog, bagi saya adalah sarana di dunia maya untuk mengekspresikan pikiran dan pendapat kita (baik tertulis maupun dalam bentuk suara, gambar, foto, dan juga video). Blog adalah media online mirip catatan harian kita untuk menampilkan apa yang kita rasakan dan ingin kita tuangkan agar bisa dibaca oleh orang lain dan mereka bisa mengambil manfaat dari apa yang kita sampaikan. Ya, manfaat. Sebab, jika mafsadat atau kerusakan, ya percuma kita berbagi. Cuma bikin dosa dan memperbanyaknya saja karena disebarkan kepada khalayak.

Selain blog, sekarang sudah ada jejaring sosial semisal Facebook dan Twitter. Itu juga semacam catatan harian kita. Ditulis setiap kali kita ingin menyampaikan informasi, opini, perasaan hati, termasuk ada yang lupa diri dengan menjadikannya sebagai sarana menyebar fitnah, berbohong dan melawan orang-orang yang berbuat baik. Itu semua dikembalikan kepada penggunanya. Mau berbuat apa dengan sarana yang sudah disediakan itu. Apakah untuk kebaikan, atau ingin mengembang-biakkan keburukan. Tentu saja ada konsekuensinya atas pilihan-pilihan tersebut. Selanjutnya… →


Apa yang Kita Kejar?

persimpanganSetiap orang punya rencana dan punya tujuan dalam hidupnya. Seharusnya memang seperti itu. Namun adakalanya banyak orang justru tak punya rencana dan tujuan dalam hidupnya. Akibatnya ada dua kemungkinan. Pertama, dia tak bergairah dalam hidupnya, karena tak memiliki tantangan untuk menggapai apa yang seharusnya direncanakan dan menjadi tujuan hidupnya. Kedua, ketiadaan rencana dan tujuan hidup akan membuat orang tak jelas apa yang dikejarnya atau apa yang ingin diraihnya. Meski menikmati kehidupannya, namun hidupnya tak terarah. Cenderung melakukan apa saja sesuai keinginan sesaatnya. Kedua kondisi tersebut sama-sama berisiko, sama bahayanya. Selanjutnya… →


Infotainment itu Membius Akal Sehat

Tolak InfotainmentCoba kamu perhatiin deh, berapa banyak majalah or tabloid yang memuat berita tentang para selebritis? Juga, amati ada berapa program acara televisi yang menayangkan seputar sisi kehidupan mereka. Ambil contoh tayangan infotainment yang pernah dan sedang tayang. Semuanya senantiasa hadir terdepan dalam menguliti kehidupan kaum seleb sampe ke yang remeh-temehnya, hampir semua stasiusn televisi punya prog­ram tersebut.

Sejak lama acara infotainment itu bikin bete. Namun anehnya, banyak juga lho masyarakat yang doyan nonton acara infotainment. Padahal, beritanya nggak menarik-menarik amat gitu lho. Ambil contoh, misalnya tentang seleb yang ulang tahun, koleksi sepatunya, atau bagaimana menikmati liburannya. Selanjutnya… →


Belajar Menulis dengan Menulis

writing-articlesBanyak di antara murid saya yang merasa sudah kalah sebelum belajar dengan benar. Bahkan ada di antara mereka yang menjadikan rasa malas sebagai penyebab ketidak-berdayaannya dalam belajar menulis. Perlu diketahui bahwa rasa malas sebenarnya kita sendiri yang ‘menciptakannya’. Mungkin tepatnya membiarkannya agar terus menyelimuti pikiran dan perasaan kita. Akibatnya, kita kehilangan gairah untuk memulai belajar menulis (atau juga kegiatan lainnya).

Belajar menulis tidaklah sulit, jika kita mau beranjak untuk segera menuliskannya. Sebab, sama seperti belajar silat, jika kita tak segera menggerakkan badan untuk memeragakan jurus-jurus bela diri itu, amat wajar jika kemudian kita tak bisa lihai bermain silat. Setiap orang punya potensi yang sama, yang seringkali muncul pada kondisi ketika kita sudah memiliki minat yang kuat terhadap apa yang ingin kita raih. Boleh percaya boleh tidak, jika kita sudah berbulat tekad, maka halangan apapun tak akan mampu membendung kerasnya keinginan kita. Selanjutnya… →


14 Tahun Kutempuh Jalan Ini

daun-cintaMelintasi waktu, melangkahi setiap jengkal jarak yang kemudian berubah jadi kenangan. Kadang indah kenangan itu, adakalanya susah. Semua sudah menjadi bagian dari kehidupan kita bersama dengan risiko yang harus kita tanggung. Saking seringnya menghadapi semua risiko, kita sudah terbiasa untuk memilih dan memilah mana yang terlebih dahulu harus diselesaikan. Tentu kita masih sering mengingat masa-masa yang sudah kita lewati. Banyak yang sudah kita raih, namun ada juga yang belum bisa kita dapatkan.

Semoga dirimu masih ingat—karena aku menyadari dan tahu betul, kau selalu bermasalah dengan angka (hehehe…). Ya, semoga kau masih ingat dengan tanggal ini: 21 November. Pada tahun 2013 ini adalah capaian kita selama 14 tahun menempuh jalan ini. Hidup bersama sejak 21 November 1999—tentu dalam ikatan pernikahan. Memang belumlah banyak bilangan angka itu bagi orang yang sudah jauh lebih dahulu menempuhnya. Namun, bagi kita, bilangan ini terasa sangat istimewa. Jejak langkah yang sudah kita lewati semoga membekas dalam pikiran dan perasaan kita, bahwa sudah begitu lama kita bersama dan sekaligus bersatu. Selanjutnya… →


Ruginya pacaran

bahaya-pacaranHmm… ini kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya (silakan cek: Kenapa sih pada pengen pacaran?). Nah, kamu kudu ngeh juga soal yang satu ini. Rugi di akhirat udah jelas. Rugi di dunia juga sebetulnya sejelas siang hari. Cuma, bisa dinetralisir dengan ‘kenikmatan’ yang langsung didapat. Dasar! Pengen tahu lebih detil? Mari kita tunjukkan (tulisan ini saya adaptasi dari tulisan saya di buletin remaja Studia yang pernah saya kelola di tahun 2003 silam):

Pertama, pacaran diduga kuat bikin kantong bolong (biasanya untuk anak cowok). Gimana nggak, kamu jadi kudu nyiapin anggaran lebih; selain buat diri kamu, tentunya biar disebut care ama yayang-nya, kalo jalan kudu punya pegangan. Malu dong kalo jalan nggak punya duit. Entar diledekin pake plesetan dari lagunya Bang Iwan Fals, “Jalan bergandengan tak pernah jajan-jajan…” (hehehe..). Itu sebabnya, anak cowok kudu nyiapin segalanya buat nyenengin sang pacar. Iya dong, masak makan sendirian kalo lagi jalan bareng? Emangnya pacar kamu obat nyamuk dianggurin aja? So, pastinya kamu bakalan kena ‘roaming’ terus (backsound: rugi dah gua..). Selanjutnya… →