Nazar, tapi tidak kuat melaksanakannya

Tidak ada komentar 921 views

Tanya:
Aslmwrwb. Bagaimana caranya saya telah bernajar, puasa senin dan kamis tapi ternyata sy tidak kuat menjalaninya?
JALI. Tanah Sareal Bogor, Ds. Sukadamai. [+6281380950xxx]

Jawab:
Wa’alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.
Dik Jali, Nazar itu adalah mewajibkan atas diri sendiri untuk melakukan sesuatu perbuatan (ibadah) untuk Allah Swt. yang asal hukumnya tidak wajib. (Lihat Kasysyaf al-Qanna‘ an Matni Iqna‘ 6: 273). Misalnya aja puasa sunnah senin-kamis. Hukum asalnya sunnah. Tapi karena sudah bernazar misalnya puasa senin-kamis selama setengah tahun, maka menjadi wajib alias mau nggak mau harus dilaksanakan. Nah, masalahnya, gimana kalo nggak kuat menjalaninya? Waduh, ini kan janji ya, Dik. Udah gitu janjinya kepada Allah Swt. lagi. Tapi kalo emang nggak kuat menunaikannya, harus ditebus alias membayar kaffarah (denda). Dalilnya ada di QS al-Maaidah [5]: ayat 89. Gimana bayar dendanya? Kamu harus memberi makan 10 orang miskin dengan makanan yang biasa kamu makan atau memberi pakaian kepada mereka. Bisa juga memerdekakan seorang budak. Kalo nggak sanggup dari ketiga pilihan itu, ya, bayar dendanya dengan puasa selama tiga hari. So, jangan asal nazar ya. Kudu dipikirin juga pelaksanaannya. Moga bermanfaat

Salam,
O. Solihin

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Nazar, tapi tidak kuat melaksanakannya"