Menu Click to open Menus
Home » Artikel » BELAJAR dan ISLAM

BELAJAR dan ISLAM

(213 Views) Sabtu, 14 April 2012 23:19 | Published by | No comment

Assalaamu’alaikum wr wb

Berikut ini sengaja saya posting kembali KulTwit saya malam ini di Twitter ke blog, agar manfaatnya bisa dijangkau lebih luas lagi. Semoga bisa menjadi tambahan informasi dan juga inspirasi. Syukur-syukur jika bisa menjadi motivasi dan menambah wawasan. Insya Allah kita berharap barokah dari Allah Swt. Selamat membaca.

Salam,

O. Solihin

===

BELAJAR dan ISLAM

  1. Belajar itu harus tawakal, sabar, ikhlas, tekun, rajin, kreatif dan tetap semangat. Berhasil atau gagal, tetap bersyukur.
  2. Jika tak sabar dlm belajar, biasanya hasilnya pun tak bisa diharapkan. Sebab, bljr jadi ada beban: harus bagus, harus segera selesai.
  3. Bgmn dgn bljar di sekolah saat ini? | Sprtinya skadar transfer ilmu saja. Tak mendidik, tak membina. Tdk padu antara pikir dan rasa.
  4. Buktinya, pndidikn agama ada, tp miskin kajian, kurang penerapan dlm tingkah laku. Skadar tahu, skdar informasi, tak mnjadi pemahaman.
  5. Ada siswa bs hapal bacaan shalat, tapi tidak shalat secara rutin. Tak menjadikannya kewajiban. Ini salah menanamkan akidah dan syariat.
  6. Pelajaran agama tdk membekas krn tdk dipraktikkan dan tak ditekankan utk dilakukan. Tak ada ancaman sanksi tak ada dorongan pahala.
  7. Gurunya tak memantau, siswanya tak mau diurus | Gurunya masa bodoh, siswanya hedonis dan permisif. Kekacauan yg sempurna.
  8. Islam tak dijadikan sbg pedoman hidup, tp sekadar simbol saja agar dianggap mmiliki status agama | Jk demikian utk apa mnjadi muslim?
  9. Ada bnyk skolah brbasis ISLAM, tapi siswi muslimahnya tak brkerudung—apalagi berjilbab | ini salah urus sejak awal.
  10. Seringkali pndidikn hny skadar jualan. Bukan sbg sarana membina—apalagi utk mengkader muslim militan. Sptnya tak smp ke situ.
  11. Skolah umum sdh tak bs lg diharapkan. Beruntung skali siswa yg mau bljar Islam lg dlam kajian rutin di luar sekolah.
  12. Ilmu umum dapat, ilmu agama juga bisa diraih. Ini perlu diapresiasi agar terus tumbuh semangat belajarnya.
  13. Belajar agama fardhu ‘ain, belajar ilmu umum fardhu kifayah. Ttp sayangnya, bnyk memilih ilmu umum dan tak paham agama.
  14. Apkh bljr perlu ujian? Rasanya memang perlu. Tetapi saat manfaat dari bljr itu tampak sdh ckp dikatakan brhasil. Ujiannya sdh trbukti.
  15. Bagaimana dgn Ujian Nasional spt skrg? Apa memang tetap diperlukan? Jika memang standar dan komitmen ujiannya benar, silakan.
  16. Tetapi jk UN skadar ‘proyek’ tahunan cari duit, buat apa diadakan? Apalagi tingkat kecurangannya sangat tinggi. Percuma.
  17. Bukankah ujian adalah pembuktian dr apa yg sudah diberikan di kelas bertahun-tahun? Utk apa jk kmudian diberi contekan?
  18. Atau setidaknya tak dilarang ketika peserta UN berbagi contekan. Pura2 tdk tahu | Utk apa mngawas ujian jk tak tegas?
  19. Alasan lazimnya adalah: agar semua siswa di sekolah itu LULUS. Bila perlu 100% lulus | Itu artinya: sekolah tsb BAGUS. Apa iya?
  20. Ada skolah yg meminta para pengawas UN tak lngsg mmbawa lmbar jwbn siswa. Tp dicek dulu oleh guru skolah itu utk diperbaiki jwbnnya.
  21. Jk sejak awal siswa dididik dgn benar. Diajarkan akhlak terpuji, diberikan keyakinan akidah yg kuat. Siswa semangat blajar dan jujur.
  22. Tumbuh prinsip dlm diri mrk: belajar adlh wajib | Sehingga brngkat ke skolah semangat, fokus mencari ilmu. Bkn main2.
  23. ISLAM yg ditanamkan dlm pikiran dan perasaan mrk tumbuh mengarahkan visi dan misi hidup mrk di dunia dan akhirat.
  24. Belajar bkn skadar cari ilmu, tapi sarana mengembangkan kepribadian dan menjadi manusia yg beriman dan bertakwa.
  25. ISLAM sudah menunjukkan bukti. Ilmuwan yg lahir dari peradaban Islam: kuat akidahnya, kuat ilmunya, kuat amalnya.
  26. Artinya, peradaban Islam mlahirkan ilmuwan skaligus ulama, atau ulama yg ilmuwan. Imam Abu Hanifah, ahli fikih skaligus ahli kimia.
  27. Ibnu Sina, pakar kedokteran sekaligus paham agama. Ibnu Khaldun, sosiolog yg juga ulama. Cemerlang brsma ISLAM.
  28. Bagaimana dgn skrg? Pendidikan di era kapatalisme-sekularisme mnjdikan manusia kian liberal. Jauh dr Islam.
  29. Bukan saja mahalnya harga pendidikan, tapi  begitu sekolah, pikiran dan perasaan siswa disimpangkan dari Islam. Merugi nian kita.
  30. Dicekoki gaya hidup yg bertentangan dan menentang ISLAM. Dijauhkan dr akidah dan syariat Islam. Didekatkan kpd kekufuran.
  31. Maka, tak ada jln lain: kembali kpd ISLAM. Spt apa? Jadikan ISLAM sebagai ideologi, diterapkan pd individu, masyarakat dan negara.
  32. Yakinkan kaum muslimin bhw hidup mrk akan nista ketika jauh dr ISLAM, dan akan mulia bersama ISLAM.
  33. Masyarakat saat ini sdg sakit, maka perlu obat. Apa obatnya? ISLAM. Siapa dokternya? Pengemban dakwah yg ngerti solusinya.
  34. Ya, obatnya memang ISLAM. Krn Islam mengatur kehidupan; dari masalah ringan smp berat. Dari persoalan individu smp negara.
  35. Islam aturan yg rinci dan memberi solusi: bkn hny mengatur rumah tangga tp jg mengatur masyarakat dan negara.
  36. Islam punya sistem ekonomi yg canggih, sama kerennya ketika membahas keutamaan dan tatacara shalat.
  37. Islam memiliki konsep negara yg hebat, sama mendetilnya ketika menjelaskan fiqhud dakwah.
  38. Sistem pendidikan Islam itu unggul dan bisa diterapkan, semenarik ketika membahas bab munakahat (pernikahan).
  39. Ya, ISLAM memang sebuah ideologi. Mengatur hal kecil hingga besar. Bab thaharah (bersuci) hingga politik dan kenegaraan.
  40. Islam memiliki konsep yang utuh, menyeluruh, sempurna dan memberi solusi bagi kehidupan umat manusia.
  41. Jadi tunggu apalagi? Pelajari Islam, pahami, dan amalkan dalam kehidupan. Dakwahkan agar umat mau kmbli pd ISLAM.
  42. Inilah yg seharusnya juga dipelajari di sekolah2. Para siswa BELAJAR bagaimana hebatnya Islam yg dipahami sbg ideologi.
  43. Jangan menganggap Islam hny cocok diterapkan sbg ibadah ritual saja. Tidak. Islam mengatur kehidupan akhirat skaligus dunia.
  44. Siswa yg belajar Islam dgn benar, insya Allah akan berbeda cara pandangnya dlm memahami ISLAM. Lebih islami.
  45. Kita bisa menanamkan model BELAJAR ala Islam di sekolah. Sehingga ilmu bkn skadar sbg pengetahuan, tapi hrs diaplikasikan.
  46. Belajar yg benar akan menumbuhkan: Paham agama, melek dunia. Kuat akidahnya, kuat akhlaknya, hebat ilmunya.
  47. Semoga kita bs mewujudkan konsep ini, dan merasakan manfaatnya. Itu sebabnya, cintai ISLAM, pelajari, pahami dan amalkan.
  48. Jangan lupa, jadikan Islam sebagai ideologi negara. Sebab, sulit menunjukan mulia dan hebatnya Islam tnp ada negaranya.
  49. Apa langkah teknisnya? Bagi para pengemban dakwah yg sudah paham konsep ini, terus semangat syiarkan Islam.
  50. Bagi kaum muslimin yg belum paham, kunci utamanya adalah: BELAJAR. Kuatkan tekad dan yakini Islam sbg ideologi. Wallahu’alam.

No comment for BELAJAR dan ISLAM

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>