Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Konsultasi » Bagaimana Trik Menulis Feature

Bagaimana Trik Menulis Feature

(6036 Views) Rabu, 9 November 2011 01:38 | Published by | 3 Comments

Assalamu’alaikum..

Selama ini saya rajin menulis dalam bentuk artikel yang bersifat kolom. Nah, sekarang saya sedang belajar untuk menjadi wartawan. Menurut pengamatan saya, bahwa untuk menampilkan berita yang baik itu harus menulis dengan bentuk feature. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana trik-trik menulis feature? Dan seperti apa sebenarnya ciri feature itu? Sebelumnya saya ucapkan ribuan terima kasih atau kalau kata orang Arab Jazakallah khairon ktasiron

Wassalam

Pengirim : Dayat

 

Jawaban

‘alaikumussalam wr wb

Salam kenal dan terima kasih atas kepercayaan Anda berkonsultasi dengan saya. Semoga tetap rajin menulis untuk menyampaikan informasi bermanfaat kepada khalayak ramai. Semoga sukses juga menjadi wartawan.

Para wartawan, biasanya mereka terbiasa menulis berita lurus (straight news; memaparkan peristiwa sesuai kaidah 5W + 1 H: What, Where, When, Who, dan Why + How). Dengan catatan, tak ada pendapat pribadi di situ. Meski di beberapa media ada juga wartawan yang akhirnya menyelipkan ‘pesan’ atau ‘penilaian’ pribadinya untuk berita tersebut. Selain menulis berita lurus, para wartawan juga dibekali keterampilan menulis feature.

Apa itu feature? Sebenarnya kalo Anda baca buku-buku tentang jurnalistik, belum ada rumusan tunggal tentang feature. Masing-masing ahli jurnalistik belum sepakat. Menurut penulis buku Jurnalistik Praktis, Asep Syamsul M Romli, ada beberapa ciri khas dari feature::

1. Tulisan yang mengandung unsur human interest. Tulisan feature memberikan penekanan pada fakta-fakta yang dianggap mampu menggugah emosi—menghibur, memunculkan empati dan keharuan. Dengan kata lain, sebuah feature juga harus mengandung segi human interest atau human touch—menyentuh rasa manusiawi. Karenanya, feature termasuk kategori soft news (berita ringan) yang pemahamannya lebih menggunakan emosi.

2. Tulisan tersebut mengandung unsur sastra. Satu hal penting dalam sebuah feature adalah ia harus mengandung unsur sastra. Feature ditulis dengan cara atau gaya menulis fiksi. Karenanya, tulisan feature mirip dengan sebuah cerpen atau novel—bacaan ringan dan menyenangkan—namun tetap informatif dan faktual. Karenanya pula, seorang penulis feature pada prinsipnya adalah seorang yang sedang bercerita.

Bagaimana trik atau cara menulis feature?

Sebetulnya hampir sama dengan teknik menulis artikel lainnya, hanya saja dalam menulis feature kita dituntut untuk lebih ‘menyentuh’ dan memberikan nuansa lain dari sekadar sebuah berita. Itu sebabnya, feature bisa berfungsi sebagai penjelasan atau tambahan untuk berita yang sudah disiarkan sebelumnya, memberi latar belakang suatu peristiwa, menyentuh perasaan dan mengharukan, menghidangkan informasi dengan menghibur, juga bisa mengungkap sesuatu yang belum tersiar sebagai berita.

Yang perlu mendapat perhatian dalam penulisan feature ini, adalah lead yang menarik. Nah, lead dalam feature inilah yang sepertinya penting, meski bukan pokok memang. Bahkan jangan lupa, selain lead, kita juga harus membuat tubuh dan endingnya dari tulisan tersebut. Sangat boleh jadi ‘ending’ sebuah feature sama pentingnya dengan lead. Jadi rasa-rasanya harus bisa menarik dan menggoda pembaca. Misalnya memberikan kesimpulan atau mungkin ada ‘celetukan’ atau sindiran yang menggoda pembaca. Di sinilah editor biasanya paling pusing untuk memotong tulisan jenis feature, nggak gampang lho. Sama sulitnya dengan ‘mengobrak-abrik’ naskah cerpen. Kenapa? Karena semua bagian dalam feature itu penting. Itu saja.

Nah, harus diakui bahwa yang terpenting dalam pembuatan tulisan berjenis feature ini adalah lead. Kekuatannya ada di sana. Lead ibarat pembuka jalan. Jadi upayakan benar-benar menarik dan mengundang rasa penasaran pembaca untuk terus membaca. Sebab, gagal dalam menuliskan lead pembaca bisa ogah meneruskan membaca. Gagal berarti kehilangan daya pikat. Itu sebabnya, penulis feature harus pintar betul menggunakan kalimatnya. Bahasa rapi, terjaga, bagus dan kelihaian dalam cara memancing itu haruslah jitu. Memang sih, tak ada teori yang baku tentang menulis lead sebuah feature. Semuanya berdasarkan pengalaman dan juga perkembangan.

Semoga bermanfaat dan jangan berhenti nulis.

Salam,

O. Solihin

3 Komentar for Bagaimana Trik Menulis Feature

  • Akbar berkata:

    terimakasih pak. saya jadi sedikit paham dengan penulisan berita feature ini.

  • Gamalan berkata:

    Assalamu’alaikum. Pak, yang betul2 membedakan antara penulisan straight news dan feature itu apa ya? terutama dalam penulisan tentang sebuah acara, kompetisi, apakah dalam penulisan straight news harus betul2 saklek menggunakan 5w+1h?

    • osolihin berkata:

      ‘alaikumussalam. Yg betul2 membedakan adalah soal “waktu” dan gaya penulisan. Tulisan straight news harus sesegara mungkin diberitakan (dipublis). Sementara feature tulisan yg rata2 timeless (tidak terikat waktu, mau kapan pun tulisan tsb tetap penting dibaca). Walau demikian, ada banyak juga fakta terbaru tetapi ditulis bukan dengan gaya straight news, tetapi feature (seperti di Majalah TEMPO atau Majalah Detik). Meski yang disajikan adalah fakta terbaru, tetapi gaya penulisannya menggunakan teknik feature. Mungkin, karena itu majalah mingguan. Sebab, jika tidak dikemas dengan gaya feature akan terasa membosankan karena berita yang disajikan minggu tersebut bisa jadi sudah lewat trennya mengingat waktu mencari berita tsb kan pekan sebelumnya. Sementara dalam gaya penulisannya, straight news harus lugas, simpel dan langsung ke pokok persoalan. Feature, menggunakan gaya penulisan seperti dalam penulisan fiksi meskipun yang ditulis fakta (nonfiksi). Keduanya, tetap ada unsur 5W+1H. Semoga bisa terjawab. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *