Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Artikel » Agar Puasa Tak Sia-sia

Agar Puasa Tak Sia-sia

(1742 Views) Senin, 23 Juli 2012 21:05 | Published by | 2 Comments

Assalaamu’alaikum wr wb

Sengaja saya posting kembali KulTwit saya di Twitter kemarin. Bagi yang tak memiliki akun di twitter, insya Allah bisa baca KulTwit tersebut di blog saya sekarang. Judulnya: “Agar Puasa tak Sia-sia”. Semoga bermanfaat dan bisa memberi tambahan ilmu serta wawasan bagi siapa yang ingin mendapatkannya. Insya Allah.

Salam,

O. Solihin

==

  1. Rasulullah saw. bersabda: “Btapa bnyk org yg brpuasa, tapi mrk tdk mendapatkan apa2 dari puasanya itu kecuali lapar & dahaga” (HR Ahmad)
  2. Hadis ini memberikan gambaran kepada kita utk senantiasa waspada dgn apa yang akan kita perbuat | Salah prosedur, kacaulah semua.
  3. Puasa tidak hanya diwajibkan utk menahan dari makan dan minum, tetapi juga menahan hawa nafsu | Ini penting agar pahala tak tergerus.
  4. Kita harus menahan mata dari melihat yg dilarang, menahan telinga dari mendengar yg buruk, dan menahan mulut dr ghibah, juga caci-maki.
  5. Kita juga diminta menjaga tangan dari berbuat maksiat, menjaga kaki dari melangkah ke tempat yg dilarang | Kendalikan pikir & rasa kita.
  6. Di malam bulan Ramadhan, Islam memotivasi umatnya utk mengerjakan amalan sunnah; seperti shalat tarawih dan tadarrus al-Quran.
  7. Dorongan utk melaksanakan shalat sunnah harus dipahami bhw shalat wajib harus lebih giat lagi utk dilakukan | Jangan dibalik memahaminya.
  8. Ya, sungguh aneh bila kita giat laksanakan shalat sunnah, tetapi shalat wajib malah kita tinggalkan | Tarawih dikejar, Isya dilewatkan.
  9. Ini terjadi karena umat Islam acapkali terjebak dlm ritualisme ibadah | Merasa bhw ibadah terasa indah saat ramai dilakukan banyak org.
  10. Seringkali kita ketika melaksanakan ibadah hanya utk memenuhi kewajiban semata atau memperbanyak sunnah saja | Ini perlu interospeksi.
  11. Ibadah yg kita lakukan tanpa memperhatikan esensi dari setiap aturan yg diberlakukan atau hal penting dalam ibadah | Tak berefek.
  12. Akibatnya, ibadah shalat yang seharusnya memberi pengaruh terhadap perilaku, menjadi gerakan atau ucapan yang kosong tanpa makna.
  13. Begitu pula dgn ibadah shaum. Aturannya sudah ada, sudah jelas lengkap dgn batasan dan tatacara, keutamaan serta konsekuensinya.
  14. Maka sungguh sangat disayangkan jika di antara kita bnyk yg kuat menahan diri dari rasa lapar dan haus, tp tak berkutik dgn hawa nafsu.
  15. Mulut kita bisa bertahan dari makan atau minum, tetapi tdk bisa menahan dari menggunjing, mengumpat, dan bicara kotor.
  16. Puasanya memang tdk batal, tetapi esensi dr ibadah shaum yg mengajarkan utk semakin meningkatkan ketakwaan kita, menjadi tdk bermakna.
  17. Puasa kita menjadi sia-sia. Sebab tak mendapatkan apa-apa (baca: pahala), kecuali hanya rasa lapar dan haus | Waspadalah, ini merugikan.
  18. Islam mengajarkan kita untuk totalitas dlm melaksanakan syariatnya. Urusan dunia dan akhirat diatur sekaligus | Ada hubungannya pula.
  19. Itu artinya, saat kita ibadah dgn ketika kita berada di luar ibadah, keduanya hrs senantiasa berpatokan kpd aturan syariat Islam.
  20. Maka, ketika kita puasa menahan lapar dan haus, maka pikiran dan perasaan kita yg dilandasai keimanan hrs mampu kendalikan hawa nafsu.
  21. Mulut hrs puasa dari makan dan minum di siang hari | Pikiran dan perasaan mengendalikan hawa nafsu agar selaras dgn konsekuensi puasa.
  22. Sehingga muncul pribadi hebat: puasanya taat, amal shalihnya berlipat | Tidak ada cacat, senantiasa meningkat. Subhanallah.
  23. Orang yg beriman dan beramal shalih dgn benar, akan terwujud dari shaum yg dilakukannya | Tak sekadar utk gugurkan kewajiban.
  24. Sebaliknya, akan ditunjukkan bhw shaum harus membekas dlm tingkah laku dan pemikiran serta perasaan islaminya yg memang dilandasi iman.
  25. Shaum akan menjadikan kita org2 yg bertakwa | Tentu saja jika shaum yg kita lakukan benar dan baik. Bukan yg sia-sia.
  26. Perintah Allah Ta’ala dlm al-Quran sangat gamblang, jelas dan membekas (seharunya) bagi kita. Surat al-Baqarah ayat 183.
  27. Firman Allah Swt tsb: “Hai org2 yg beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas org2 sblm kamu agar kamu bertakwa”
  28. Jelas, puasa (shaum) Ramadhan ini tujuan utama perintahnya adalah agar yg melaksanakan shaum jd org2 yg bertakwa.
  29. Yakni, taat kepada Allah Ta’ala dan RasulNya. Melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya | Kendalikanlah hawa nafsu.
  30. Semoga Allah Swt. memudahkan segala urusan kita dan memberkahi kehidupan kita, menerima ibadah puasa (shaum) kita. Amiin.
  31. Upayakan terus agar kita dekat dgn org2 yg shalih dan berilmu | Agar kita terbiasa menerima nasihat dan lemah lembut pada tempatnya.
  32. Belajarlah terus jangan mudah bosan dan tak kenal menyerah. Belajar ilmu agama dari mereka yg terpercaya kualitas keilmuannya.
  33. Insya Allah, ibadah2 yg kita lakukan jadi berefek pada perilaku kita. Bukan sekadar ikut-ikutan apalagi menyalahi ketentuan syariat.
  34. Termasuk dlm hal ini, semoga shaum yg kita lakukan sesuai tuntunan syariat | Membekas dalam perilaku, pikiran dan perasaan kita.
  35. Kita berdoa dan berharap agar shaum kita tidak sia2. Sebaliknya, shaum yg kita laksanakan membekas sbg tanda takwa kita kepadaNya.

==

Tags: , ,
Categorised in: ,

2 Komentar for Agar Puasa Tak Sia-sia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *