#8 Ketika Krucils ‘Berbagi’ Ayah

Tidak ada komentar 60 views

Ada empat krucils: Muhammad Mujahid Fisabilillah Leboe (8 tahun), Thariq Muhammad al-Fatih (7 tahun), Maryam Zahratul Jannah Leboe (4 tahun lebih), dan Ulfah Mumtazah (2 tahun lebih) yang hampir setiap hari ‘ngawal’ saya. Tepatnya sih, kemana pun saya pergi, selama masih sekitar pondok, maka keempat krucil itu selau ikut saya. Pertanyaan yang sering diajukan sama dengan judul sharing pertama dalam [diary poligami] ini beberapa waktu lalu. Ya, ke mana dan di mana. “Setelah dari mushola ini bapak mau ke mana?” biasanya dilontarkan Muhammad Mujahid dan Maryam Zahratul Jannah (anak jodoh kedua saya). Kalau Thariq dan Ulfah (anak dari jodoh pertama saya), “Setelah dari mushola ini abi mau ke mana?”. Hanya berbeda sebutan: “bapak” dan “abi”  🙂

Nah, akhir-akhir ini Maryam dan Ulfah sering ‘rebutan’. Pengen deketan terus. Mereka berdua sering ‘bersaing’ untuk mendapatkan perhatian. Menjelaskan ke anak-anak memang butuh trik khusus. Selain jangan bosan ditanya yang itu-itu saja, juga perlu ‘bijak’. Misalnya dengan menyebutkan bahwa “bapak” atau “abi” akan tetap ada buat kalian berdua. Buktinya, kadang di tempat Ulfah dan kadang di tempat Maryam. Ya, bolak-balik, gitu. Kenapa? Karena abi dan bapak sayang kalian semua. Semuanya. Biasanya mereka manggut-manggut.

Mudah-mudahan sih mengerti. Sepertinya Maryam lebih mengerti, karena berbeda dua tahun lebih tua usianya daripada Ulfah. Buktinya, dia bilang, “Kasihan ya bapak, bolak-balik bolak-balik” Tapi setelah dijelaskan bahwa dengan bolak-balik itu karena bapak sayang kepada semuanya, Maryam mulai mengerti. Begitupun kepada dua bocah lanang: Muhammad dan Thariq. Mereka paham juga. Mungkin karena melihat kesehariannya seperti itu dan ditambah penjelasan dari saya dan ibu-ibu mereka. Insya Allah.

Bagi kami, pernikahan poligami bukan sekadar urusan di antara kami (saya, jodoh pertama, dan jodoh kedua) dalam hal cinta, kasih sayang, dan perhatian. Tetapi anak-anak berhak juga mendapatkan hal itu. Terutama yang masih krucils tadi. Sosok kehadiran ayah bagi keempat krucils masih jadi harapan besar. Muhammad dan Thariq sudah nyetel dan lengket dengan saya karena hampir setiap hari di waktu shalat selalu bareng ke mushola atau masjid untuk shalat berjamaah, kecuali jika saya ada di luar pondok. Biasanya saya menyelipkan obrolan sepulang dari mushola dengan kedua bocah itu. Apa saja terkait dunia anak-anak dan para santri serta keislaman. Bahkan Muhammad yang selalu bertanya “why” dan “how” tentang banyak hal. Maryam dan Ulfah meski jarang ikut ke mushola, tetapi selalu mencari perhatian bapaknya/abinya. Oya, untuk anak-anak selain krucils, pernah juga ditulis di sharing yang ke-5: “Bersama dalam Taat”.

Semoga pengalaman episode ini yang ditulis singkat bisa menjadi inspirasi bagi siapa pun, baik yang berencana akan menjalani poligami atau tidak. Sekadar sharing saja. Setidaknya, bahwa ada yang menjalani poligami dengan baik-baik. Minimal sebagai pembanding, tersebab saat ini imej tentang poligami hampir selalu buruk.

Ya, poligami insya Allah akan berbuah kebaikan, jika dijalani dengan niat ikhlas karena mengharap ridho Allah Ta’ala, menerima karunia-Nya ini sebagai kebaikan dari sebuah takdir, dan berusaha untuk terus menimba ilmu dalam menjalani takdir ini agar bisa diamalkan dengan benar dan baik. Sampai jumpa di sharing berikutnya.[]

#sharingpoligami #inspirasipoligami #jejakkebaikan#anakanakdalampoligami #berbagiayah

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "#8 Ketika Krucils ‘Berbagi’ Ayah"