#6 Tempat, Waktu, dan Tunggangan

Tidak ada komentar 23 views

Ini sekadar sharing. Bahwa ternyata ketika seseorang memiliki keunikan–berbeda dengan kebanyakan orang, memiliki jabatan atau kedudukan tertentu, termasuk menjadi pelaku poligami–pasti akan menjadi sorotan orang-orang di sekitarnya. Betul. Saya mengalami hal yang demikian, ketika sudah poligami.

Begini ceritanya. Suatu hari saya masuk kantor. Seorang rekan kerja bertanya (entah serius atau bercanda, tapi mungkin sama saja tujuan dari pertanyaannya), “Lho, kok pake sepeda motor. Nginep di mana nih?”

Pertanyaan ini terlihat sederhana, tapi memiliki pesan kuat yang jawabannya tidak sederhana. Rekan saya ini lalu menyampaikan bahwa biasanya saya bawa mobil yang ini dan yang itu (di pondok ada dua mobil yang biasa kami gunakan). Sekarang bawa sepeda motor, kok bisa, katanya. Hehe… saya cuma tersenyum. Tapi kemudian menjelaskan secara singkat.

Intinya sih, ini soal kemudahan saja bagi saya. Tunggangan yang mana yang dipakai sebenarnya tidak selalu mengidentikkan saya ada di mana. Ketika saya mengendarai “Si Biru” memang biasanya ketika sedang berada di jodoh pertama. Lalu, ketika mengendarai “Si Melayu”, biasanya sedang berada di jodoh kedua. Nah, tapi bukan berarti ketika saya menunggang “Si Legenda 2” maka saya ada di tempat lain lagi. Hadeuuh… ada-ada saja ya?

Tempat, waktu, dan tunggangan pun jadi “berita” bagi orang lain. Walau bagi kami, ya tinggal menjalani saja sesuai kesepakatan yang sudah kami buat. Pembagian waktu bermalam sudah dibahas di bagian #1 (silakan cek lagi, ya). Tapi intinya, ada jadwal khusus yang sudah dibuat dan disepakati. Alhamdulillah untuk hal ini kami dimudahkan dengan keberadaan tempat yang tidak jauh satu sama lain. Masih satu kawasan di lingkungan pondok.

Jadi, kembali ke soal tunggangan tadi, saya sebenarnya lebih suka mengendarai “Si Legenda 2” karena simpel dan bebas macet. Tapi persoalannya, sepeda motor ini sering dipakai urusan santri dan anak saya yang (juga) nyantri di sini. Jadinya ya, lebih sering gonta-ganti bawa “Si Biru” dan “Si Melayu”. Namun, karena jodoh kedua saya yang paling sering menggunakan “Si Melayu” untuk berbagai urusan (terutama untuk ngajar di sebuah sekolah Tahfidz, di luar jadwal mengajarnya di Pesantren Media), maka “Si Biru”-lah yang sering saya gunakan. Semoga clear, ya. Hehe… maksudnya buat teman-teman yang mungkin akan bertanya dengan nada penasaran seperti seorang rekan yang bertanya tadi.

Oya, pernah juga “Si Biru” dan “Si Melayu” dibawa bareng. Biasanya saat mudik ke rumah orangtua saya atau jalan rame-rame untuk acara keluarga di luar rumah (karena harus bawa pasukan—saat ini 10 anak) atau saat ke kajian rutin Tafsir al-Quran dan al-Hadist yang diasuh Ustaz Abdurrahman al-Baghdady pada Sabtu pagi jika kebetulan bisa semua. Saya bareng santri ikhwan menggunakan “Si Biru”. Kedua jodohku bersama santri akhwat menggunakan “Si Melayu” dikendarai jodoh kedua saya. Oya, tapi walau berangkat sama-sama di mobil berbeda, kami belum pernah balapan. Hehe…

Eh, supaya tidak penasaran dengan sebutan “Si Biru” dan “Si Melayu” coba saya perjelas sekarang. “Si Biru” adalah sebutan untuk mobil pabrikan Jepang. “Si Melayu” adalah sebutan untuk mobil pabrikan Malaysia. Sengaja tidak menyebutkan merek agar tidak disebut sedang beriklan. Tapi alhamdulillah, belum pernah nabrak tiang listrik, lho. Naudzubillahi min dzalik. Hadeuuh kenapa jadi ke tiang listrik aja ya ingetnya? *efek trending topic kekinian.

Ini sekadar sharing sederhana saja. Tentang tempat, waktu, dan tunggangan. Hal teknis memang. Tapi tentu perlu juga diatur. Semoga menginspirasi. Kami sedang belajar menjalani. Mohon doanya ya agar tetap “samawa”. Menulis hal ini pun, sebagaimana khatib Jumat, pesan takwa itu ditujukan pada jamaah yang hadir, dan juga pada diri khatib sendiri. Saya pun demikian saat menulis sharing ini, sekaligus menasihati diri sendiri dan keluarga. Semoga kita semua diberkahi oleh Allah Ta’ala. Aamiin.[]

#sharingpoligami #diarypoligami #inspirasi#kebaikan #jejakkebaikan

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "#6 Tempat, Waktu, dan Tunggangan"